Skip to main content

 

Mengatasi Penurunan Semangat Ibadah di Akhir Ramadan.


Momen penghujung bulan suci sering kali menjadi ujian terberat bagi setiap Muslim karena konsentrasi mulai terpecah antara urusan ukhrawi dan kesibukan duniawi. 


Banyak yang terjebak dalam rasa malas yang merugikan. 


Futur adalah kondisi menurunnya semangat, kendor, atau malas dalam beribadah dan melakukan ketaatan. Padahal sebelumnya rajin dan bersemangat.


Fenomena berkurangnya shaf di masjid berbanding terbalik dengan keramaian di pusat perbelanjaan merupakan pemandangan yang jamak ditemui di tengah masyarakat. 


Pahami cara atasi penurunan semangat ibadah di akhir Ramadan secara mendalam menjadi kunci utama untuk memastikan sepuluh malam terakhir tetap diisi dengan ruku’, sujud, dan tilawah yang berkualitas demi meraih kemuliaan Lailatul Qadar.


Strategi Spiritual Mengatasi Futur


Secara psikologis, tubuh manusia cenderung mengalami kelelahan setelah dua puluh hari berpuasa. Di sisi lain, tekanan sosial untuk menyiapkan hidangan hari raya, pakaian baru, dan mudik sering kali menguras energi mental. Kondisi inilah yang disebut sebagai fase futur atau menurunnya gairah dalam ketaatan.


1. Re-evaluasi Niat dan Target

Niat adalah ruh dari setiap amal. Jika di awal bulan semangat meluap karena emosi sesaat, maka di akhir bulan semangat harus dijaga dengan ilmu. Ingatkan jiwa bahwa Ramadan adalah tamu singkat yang akan segera pergi. Rasulullah SAW justru mengencangkan ikat pinggangnya saat memasuki sepuluh malam terakhir.


2. Fokus pada Keutamaan Lailatul Qadar

Allah SWT merahasiakan waktu tepatnya Lailatul Qadar agar hamba-Nya terus berjuang. Keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini harus menjadi motor penggerak utama. Bayangkan jika malam ini adalah malam terakhir dalam hidup, tentu setiap detik akan sangat berharga.

Qur'an Surah Al-Qadr ayat 3:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."


Langkah Praktis Menjaga Stamina Ibadah

1. Re-evaluasi Niat dan Target

Niat adalah ruh dari setiap amal. Jika di awal bulan semangat meluap karena emosi sesaat, maka di akhir bulan semangat harus dijaga dengan ilmu. Ingatkan jiwa bahwa Ramadan adalah tamu singkat yang akan segera pergi. Rasulullah SAW justru mengencangkan ikat pinggangnya saat memasuki sepuluh malam terakhir.


2. Fokus pada Keutamaan Lailatul Qadar

Allah SWT merahasiakan waktu tepatnya Lailatul Qadar agar hamba-Nya terus berjuang. Keutamaan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini 


Langkah Praktis Menjaga Stamina Ibadah

Untuk menjalankan cara mengatasi penurunan semangat ibadah di akhir Ramadan, diperlukan keseimbangan antara manajemen waktu dan kesehatan fisik:


Manajemen Tidur dan Istirahat

Gunakan waktu siang hari untuk tidur sejenak (qailulah) agar malam hari bisa digunakan untuk qiyamul lail dengan mata yang segar. Hindari bergadang untuk hal yang tidak bermanfaat di luar urusan ibadah.


Nutrisi Saat Sahur dan Buka

Kurangi konsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi atau gorengan berlebih saat berbuka. Makanan berat yang berlebihan justru memicu rasa kantuk yang luar biasa saat shalat tarawih atau iktikaf. Konsumsilah protein dan serat yang cukup agar energi bertahan lama.

Variasi Ibadah

Agar tidak bosan, lakukan variasi dalam beribadah. Jika mulai lelah membaca Al-Qur'an, gantilah dengan berdzikir. Jika lelah berdiri saat shalat, ambillah waktu untuk berdoa atau mendengarkan kajian singkat yang menggugah jiwa.


Memperkuat Hati dengan Doa

Salah satu cara paling ampuh adalah memohon pertolongan langsung kepada Sang Pemilik Hati. 


Rasulullah SAW mengajarkan doa yang sangat relevan untuk menjaga keistikamahan:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi).


Menghadapi Distraksi Persiapan Lebaran

Persiapan Idul Fitri memang penting, namun jangan sampai menelan inti dari Ramadan itu sendiri. Berikut adalah cara membagi fokus:

Belanja Lebih Awal: Usahakan segala keperluan baju dan kue sudah selesai sebelum masuk malam ke-21.


Minimalisir Gadget: Kurangi melihat toko online atau media sosial yang memicu sifat konsumtif dan membuang waktu secara sia-sia.


Iktikaf di Masjid: Mengisolasi diri di rumah Allah adalah cara terbaik untuk menjauh dari kebisingan dunia dan fokus pada perbaikan diri.

Kekuatan Komunitas dan Lingkungan


Berada di tengah orang-orang yang juga bersemangat beribadah akan sangat membantu. Jika merasa mulai futur, datanglah ke masjid yang menyelenggarakan program iktikaf atau kajian rutin. Saling mengingatkan dalam kebaikan (tawashau bil haqq) adalah perintah agama yang mampu menguatkan kembali tekad yang kendur.


Hadist Rasulullah SAW mengenai pentingnya lingkungan:

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

"Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa yang ia jadikan teman dekat." (HR. Abu Daud).


Kata khaliil dalam hadis tersebut berarti "teman dekat" atau "kekasih" yang pengaruhnya sudah masuk ke dalam jiwa. Hadis ini menjadi landasan kuat dalam cara mengatasi penurunan semangat ibadah di akhir Ramadan, karena berkumpul dengan orang-orang saleh

Pentingnya Muhasabah (Evaluasi Diri)

Gunakan waktu di akhir Ramadan untuk melakukan refleksi. Tanyakan pada diri sendiri, apakah puasa tahun ini sudah lebih baik dari tahun lalu? Apakah lisan sudah lebih terjaga? Kesadaran akan kekurangan diri biasanya akan memicu semangat untuk mengejar ketertinggalan di sisa hari yang ada.


Jangan biarkan perasaan putus asa menghinggapi jika merasa awal Ramadan kurang maksimal. Pintu taubat masih terbuka lebar, dan amalan itu dinilai dari akhirnya (al-a’malu bi khawatimiha). Maka, akhir yang baik (husnul khatimah) dalam Ramadan jauh lebih baik daripada awal yang semangat namun berakhir loyo.


Memperjuangkan konsistensi di akhir Ramadan memang menuntut pengorbanan yang tidak sedikit. Namun, dengan menerapkan cara mengatasi penurunan semangat ibadah di akhir Ramadan secara disiplin, setiap Muslim berpeluang besar menutup bulan suci dengan capaian spiritual yang gemilang.



Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir batin agar kita semua bisa melalui sisa Ramadan dengan penuh semangat, penuh keikhlasan, dan akhirnya mendapatkan derajat takwa yang sebenar-benarnya. 


Jadikan setiap detik di sepuluh malam terakhir sebagai ladang investasi akhirat yang tidak ternilai harganya.



yukur dan bahagia memiliki hubungan kausalitas yang erat, di mana syukur bertindak sebagai fondasi utama untuk mencapai kebahagiaan sejati, ketenangan hati, dan kepuasan hidup. Bersyukur meningkatkan emosi positif, meredam stres, dan melepaskan hormon dopamin serta oksitosin yang menciptakan perasaan senang. 

Hubungan Antara Syukur dan Bahagia:

Syukur sebagai Kunci Kebahagiaan: Rasa syukur membantu kita menghargai apa yang dimiliki (daripada berfokus pada kekurangan), yang membawa pada ketenangan batin dan kebahagiaan sejati.

Perubahan Perspektif: Bersyukur mengubah sudut pandang, membuat seseorang lebih optimis, mengurangi keluhan, dan meningkatkan kepuasan hidup.

Dampak Kesehatan Mental dan Fisik: Praktik bersyukur secara rutin (seperti menulis jurnal) menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan risiko depresi, serta meningkatkan kesehatan fisik.

Meningkatkan Hubungan Sosial: Orang yang bersyukur lebih cenderung menunjukkan empati dan kasih sayang, yang memperkuat hubungan dengan sesama.

Ketahanan dalam Ujian: Bersyukur membantu seseorang bertahan dalam kesulitan dengan menemukan hikmah di balik setiap kejadian. 


Secara singkat, bersyukur adalah proses atau tindakan, sementara bahagia adalah hasil atau dampak yang dirasakan, sebagaimana ditegaskan oleh berbagai studi psikologi positif. 

www.psikologkakgun.com

-----

Amalan Sepuluh Hari Terakhir untuk Meraih Lailatul Qadar 


1. Banyakin sholat berjamaah di masjid 


2. Banyak memberikan Ifthor orang yang berbuka puasa 


3. Banyak amalan Sunnah. Terutama di malam hari. 


4. Banyak berdoa. Sebaik-baik doa yang diiringi dengan tangisan kepada Allah. Karena semua yang ada di langit dan bumi milik Allah. 


5. I'tikaf, berdiam diri di di Masjid dengan aktivitas ibadah. Sholat, ngaji, doa.

...

Plus : 

- Usahakan setiap malam bersedekah. 

- Bantu orang yang kesulitan 



- 


Amalan Sepuluh Hari Terakhir untuk Meraih Lailatul Qadar 


1. Banyakin sholat berjamaah di masjid 

2. Banyak memberikan Ifthor orang yang berbuka puasa 

3. Banyak amalan Sunnah. Terutama di malam hari. 

4. Banyak berdoa. Sebaik-baik doa yang diiringi dengan tangisan kepada Allah. Karena semua yang ada di langit dan bumi milik Allah. 

5. I'tikaf, berdiam diri di di Masjid dengan aktivitas ibadah. Sholat, ngaji, doa.

...

Plus : 

- Usahakan setiap malam bersedekah. 

- Bantu orang yang kesulitan 

- 


AGENDA RAMADHAN BAROKAH 1447 H

MASJID AT-TAQWA PLUMBUNGAN INDAH 

 

1. Tarhib Ramadhan 1447 H.

2. MeGeNgAn - Menuju Gerbang Ramadhan 

3. Layanan Sehat Jamaah 

4. Shalat Tarawih Berjamaah 

5. Kultum Tarawih 

6. Tadarus Al-Qur'an 

7. Kultum Subuh 

8. Kajian Bakda Subuh 

9. Buber - Buka Puasa Bersama 

10. Bagi2 Takjil 

11. Santri Ceria 

12. Ngaji Rutin Kamis Sore (Ngare)

13. Ngaji Bareng Alhidayah 

14. Festival Anak Shaleh 

15. Khataman Qur'an 

16. Donor Darah Kemanusiaan 

17. Giat RISMA 

18. Nuzul Qur'an 

19. Serba-serbi Kisah Nabi 

20. Bhakti Sosial Alhidayah 

21. Malam Seribu Bulan 

22. I'tikaf Ramadhan 

23. Sahur Bareng 

24. BaZar

25. Zakat Fitrah 

26. Takbiran 

27. Sholat idul Fitri 

28. Kupatan

 

...


Jadwal Kultum Tarawih Ramadhan 1447 H. 

Masjid At-Taqwa Plumbungan Indah 


1. Selasa, 17-2-2026 : Suparto 

2. Rabu, 18-2-2026   : Sunardi 

3. Kamis, 19-2-2026 : Ali Basyarudin 

4. Jumat,20-2-2026: Ali Basyarudin 

5. Sabtu, 21-2-2026 : Sunardi 

6. Ahad, 22-2-2016  : Sunardi 

7. Senin, 23-2-2026.: Suparto 

8. Selasa,24-2-2026: Suparto 

9. Rabu,  25-2-2026 : Ali Basyarudin 

10. Kamis,26-2-2026: Ali Basyarudin 

11. Jumat, 27-2-2026: Mulyono Raharjo 

12. Sabtu, 28-2-2026: Sunardi 

13. Ahad, 1-3-2026.   : Didik Haryanto 

14. Senin, 2-3-2026. : Sunarso 

15. Selasa, 3-3-2026 : Salim Hamdi 

16. Rabu,  4-3-2026. : Ali Basyarudin 

17. Kamis, 5-3-2026. : 

18. Jumat, 6-3-2026:

19. Sabtu, 7-3-2026: 

20. Ahad,  8-3-2026: Ali Basyarudin

21. Senin,  9-3-1026 :

22. Selasa, 10-3-1026:

23. Rabu, 11-3-1026 :

24. Kamis, 12-3-1026:

25. Jumat, 13-3-1026:

26. Sabtu, 14-3-1026:

27. Ahad, 15-3-1026:

28. Senin, 16-3-1026:

29. Selasa, 17-3-1026: 

30. Rabu, 18-3-1026 : Ali Basyarudin


Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

Atur Wangsulan Lamaran Calon Temanten

Meski tugas juru bicara untuk menyampaikan lamaran (pinangan) seperti yang saya tulis kemarin berlangsung 'glagepan' dan 'gobyoss', namun oleh beberapa teman,  saya dianggap 'sukses'.  "Bagus Pak. Sederhana dan 'cekak aos' apa yang menjadi inti," kata teman.  Tapi bagi saya pribadi, respon teman itu mungkin bisa diartikan lain. Sekedar untuk menyenangkan saya atau 'nyindir'. Namun tetap saya ucapkan terima kasih, karena memberi saya kesempatan untuk belajar dari pengalaman.  Betul. Beberapa hari setelah kejadian itu, saya diminta lagi untuk menjadi 'juru bicara' sebagai pihak yang harus menyampaikan jawaban/tanggapan atas lamaran di keluarga lain. Saya pun tak bisa mengelak. Karena waktunya sangat mendadak maka konsep saya tulis tangan dengan banyak coretan.  Seperti diketahui, setelah adanya lamaran dari keluarga pihak lelaki, biasannya diikuti dengan kunjungan balasan untuk  menyampaikan jawaban atau balasan. ...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

Tanggap Wacana Basa Jawi dan Contoh Lamaran

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi yang berpengaruh pada perubahan perilaku masyarakat, ternyata masih banyak orang tetap memegang teguh   dan ‘nguri-nguri’ (melestarikan) warisan ‘Budaya Jawa’. Salah satu warisan tersebut adalah ‘Tanggap Wacana Basa Jawi’ atau pidato bahasa jawa dalam acara-acara adat maupun ‘pasamuan’ (pertemuan) keluarga dan warga kampung, terutama   di ‘tlatah’ (daerah) Jawa Tengah dan Jawa Timur. Atau di berbagai daerah di Indonesia yang terdapat komunitas atau kelompok masyarakat ‘Jawa’. Bagi sebagian orang, meski mereka hidup di lingkungan masyarakat berbudaya Jawa, tanggap wacana basa jawi (pidato bahasa jawa) sering dianggap momok karena sulit pengetrapannya. Ketidakmampuan mereka bisa karena sudah ngga peduli dengan bubaya jawa atau ngga mau belajar, sehingga keadaan sekarang ini ibarat ‘Wong Jowo Ilang Jawane’ – orang Jawa sudah kehilangan jatidirinya sebagai orang Jawa. Namun bagi orang yang kebetulan di- tua -...

ATUR PANAMPI CALON TEMANTEN PUTRI BADE IJAB

Ternyata, pelan-pelan saya harus menceburkan diri kedalam tata cara adat Jawa yang semula kurang saya sukai karena serba ‘njlimet’ dan kadang terlihat tidak rasional. Padahal yang saya jalani itu baru masuk pada bagian kecil dari serangkaian adat yang merupakan bagian dari budaya Jawa. Itupun baru sebatas pada ‘tanggap wacana’ yang jelas tampak, kasat mata,   dan mudah dipelajari. Namun bagi saya masih terasa berat. Episode berikutnya dari tugas kehidupan yang harus saya jalani adalah menjadi juru bicara dari keluarga calon mempelai wanita untuk menerima pasrah calon temanten pria. ****** Inilah tugas ‘Atur Panampi saking Calon Temanten Putri Bade Ijab’. Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. - Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. - Panjenenganipun   Bapa Drs. NUR SUSANTO minangka sulih sarira   BapaHaji EDY SUDADI sekalian Ibu Hajah KONITUN, S.Pd. ingkang tuhu kinurmatan. Kanthi ngonjukak...

Jalan Menuju Bahagia (Bag.2)

    APA ITU BAHAGIA? 1 . Memahami Arti Kebahagiaan Bahagia merupakan kata yang sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat luas. Hampir setiap orang mengenal kata bahagia, menginginkannya, dan berusaha meraihnya. Namun, ketika ditanya apa sebenarnya arti kebahagiaan, jawaban setiap orang mungkin berbeda-beda. Bagi seorang petani, kebahagiaan bisa hadir ketika tanaman yang dirawat selama berbulan-bulan menghasilkan panen yang melimpah. Bagi seorang pedagang, kebahagiaan terasa ketika usahanya berkembang dan mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Bagi orang tua, kebahagiaan mungkin terletak pada keberhasilan mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang saleh, mandiri, dan bertanggung jawab. Sementara itu, bagi seseorang yang sedang sakit, kebahagiaan bisa sesederhana merasakan tubuh yang kembali sehat. Bagi orang yang lama merantau, kebahagiaan dapat berupa kesempatan pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Dari berbagai gambaran tersebut, kita dapat memahami bahwa...