Skip to main content

Puasa Ramadhan Melatih Sabar dan Memperkuat Syukur


اْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيْدًا
أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلهَ إِلاَّاللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللّٰهَ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْكِتَابِ الْكَرِيْمِ:
أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Ma'asyiral Muslimin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah Puji syukur alhamdulillahi rabbil alamin, mari senantiasa kita ucapkan melalui lisan dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari melalui gerakan, atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada kita tanpa terhitung jumlahnya. Khususnya nikmat Islam dan iman yang terus tertanam dalam hati kita, sehingga bisa senantiasa istiqamah menunaikan ibadah shalat Jumat. Semoga setiap langkah menuju masjid, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap rakaat yang kita tunaikan diterima oleh Allah sebagai amal saleh dan ketakwaan.
Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw yang telah menjadi panutan dan teladan sempurna bagi kita semua dalam menjalankan kehidupan di dunia.
Semoga kita diakui sebagai umatnya, dan mendapatkan syafaatnya kelak di akhirat, Aamin ya rabbal 'aalamiin.

Selanjutnya, kami selaku khatib, mengingatkan kepada diri pribadi dan jamaah shalat Jumat, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan cara terus berupaya tetap istikqamah dalam menunaikan semua kewajiban.

Saatnya kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperkuat ketakwaan kita, bukan sekadar kata-kata, tapi melalui tindakan nyata: menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Apalagi di bulan Ramadhan, momen yang istimewa ini mengajak kita untuk berpuasa selama sebulan penuh. Tujuannya jelas: membentuk kita menjadi pribadi yang bertakwa, yang konsisten menjalankan perintah Allah, dan memiliki kekuatan untuk menahan diri dari hal-hal yang dilarang oleh syariat.

Perlu diketahui bahwa takwa didalam puasa juga tidak bisa terlepas dari iman.
Pasalnya, dalam ayat utama perintah puasa pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 ditegaskan bahwa yang dipanggil untuk melaksanakan kewajiban puasa adalah orang-orang yang beriman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." Terkait iman, Imam Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa iman terdiri dari dua elemen atau bagian yakni sabar dan syukur.
Artinya: “Sesungguhnya iman itu terdiri dari dua bagian: setengahnya adalah sabar dan setengahnya adalah syukur, sebagaimana hal itu telah disebutkan dalam berbagai atsar (riwayat) dan ditegaskan oleh banyak khabar.”
فَإِنَّ الْإِيمَانَ نِصْفَانِ نِصْفٌ صَبْرٌ وَنِصْفٌ شُكْرٌ كَمَا وَرَدَتْ بِهِ الْآثَارُ وَشَهِدَتْ لَهُ الْأَخْبَارُ
Ma'asyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah.
Ibadah Puasa Ramadhan merupakan momentum yang tepat bagi kita untuk melatih, mengamalkan, dan mewujudkan dua elemen iman yakni sabar dan syukur.

Pertama adalah sabar. Dalam puasa, kita diajarkan bagaimana menahan lapar, dahaga, dan amarah. Kita juga bersabar dalam ketaatan dengan melaksanakan shalat tarawih, bangun sahur di sepertiga malam, menjaga shalat lima waktu, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an meskipun tubuh terasa lelah. Puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi merupakan madrasah ruhani yang membentuk karakter sabar dalam diri kita. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa sabar memiliki tiga dimensi utama yakni: 1. Sabar dalam ketaatan, seperti tetap melaksanakan ibadah puasa meski berat. 2. Sabar dalam menjauhi maksiat, seperti menjaga pandangan, lisan dari ghibah dan dusta, serta menahan amarah saat lapar. 3. Sabar dalam menghadapi musibah, seperti tetap berpuasa meskipun kondisi fisik melemah atau aktivitas terasa berat.

Ketiga bentuk sabar ini hadir secara lengkap dalam ibadah puasa Ramadhan.

Dari sinilah lahir iman yang kokoh dan hati yang semakin dekat dengan ridha Allah SWT serta terhindar dari puasa yang hanya mendapat lapar dan dahaga.
Rasulullah SAW telah mengingatkan agar puasa tidak hanya menghasilkan lapar dan dahaga semata:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعَ وَالْعَطَشَ
Artinya: “Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.”
(HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Hadits ini menjadi pengingat bahwa kesabaran dalam puasa harus melahirkan perubahan sikap dan pengendalian diri yang nyata. Kedua adalah syukur. Selain melatih kesabaran, Ramadhan juga mendidik kita untuk memperdalam rasa syukur. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menerima nikmat tanpa benar-benar menyadarinya. Namun ketika waktu berbuka tiba, seteguk air dan sebutir kurma terasa begitu berharga. Lapar seharian membuka kesadaran betapa besar nikmat Allah yang sebelumnya kita anggap biasa-biasa saja. Menurut Imam Al-Ghazali, syukur merupakan perpaduan antara ilmu, hal, dan amal.

Dengan ilmu kita menyadari sepenuhnya bahwa setiap nikmat berasal dari Allah. Dengan hal (kondisi spiritual / batin) akan muncul rasa bahagia dan tunduk kepada Sang Pemberi nikmat. Dan dengan amal kita mampu menggunakan nikmat tersebut untuk ketaatan, bukan untuk kemaksiatan.
Dalam Ramadhan, rasa syukur diterjemahkan dalam amal nyata seperti berbagi makanan berbuka, membayar zakat, memperbanyak sedekah, dan membantu sesama.

Puasa mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan pada banyaknya kenikmatan, tetapi pada kesadaran untuk mensyukurinya. Maasyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah. Harmoni antara sabar di siang hari dan syukur saat berbuka melahirkan keseimbangan ruhani. Jika setelah Ramadhan kita menjadi lebih sabar dalam menghadapi ujian dan lebih bersyukur dalam menerima nikmat, maka itulah tanda bahwa puasa kita membuahkan perubahan yang hakiki dan meningkatkan kualitas iman serta takwa kita. Dengan puasa yang berkualitas berdassar iman ini insya Allah dosa-dosa kita yang lalu akan diampuni oleh Allah swt. Rasulullah bersabda:
Artinya: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Akhirnya, sabar dan syukur bukan hanya tema Ramadhan, melainkan bekal hidup sepanjang tahun.
Puasa menjadi sarana Latihan yang tujuan akhirnya adalah terbentuknya pribadi yang kokoh dalam kesabaran dan lapang dalam kesyukuran menuju pribadi yang beriman dan bertakwa.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mampu memetik hikmah Ramadhan sehingga iman kita semakin kuat dan perjalanan hidup kita semakin dekat dengan ridha Allah SWT. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهٗ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلّٰهِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ  وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ المُسْلِمُونَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون
. قَالَ اللهُ تَعاَلَى
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ . رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

Buang Jauh Luka Emosional Anda

Orang bijaksana tidak pernah duduk   meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya.   - Shakespear -  Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.   P adahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dalam dari luka-l...

Kisah Di Balik Novel “Ketika Mas Gagah Pergi”

Ratusan hadirin yang memadati ruang seminar masjid Nurul Huda UNS Solo, Ahad (18/12/2016) siang itu seperti terhipnotis oleh suara lantang seorang wanita berjilbab bernama Helvy Tiana Rosa. Semua hadirin diam menyimak, karena tak ingin kehilangan satu kata pun ketika wanita berusia 46 tahun ini mengisahkan proses kreatif lahirnya karya novel berjudul “Ketika Mas Gagah Pergi”. “Bagaimana awalnya Bunda Helvy bisa menciptakan tokoh utama Mas Gagah dan Gita, membangun konflik dan kisah pergulatan batin didalamnya, sehingga mampu menggugah kesadaran bagi para pembaca?” Tanya seorang peserta acara Bedah Novel dan pemutaran film Ketika Mas Gagah Pergi. Helvy pun bercerita panjang lebar dengan lancar, seperti memutar   kaset rekaman perjalanan yang dialami lebih dari dua puluh tahun lalu. “Novel ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ (KMGP) awalnya saya tulis dalam bentuk cerita pendek (cerpen) untuk memenuhi tugas   sang dosen ketika kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia ...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

KOTHEKAN LESUNG TANDAI PERGANTIAN TAHUN

Selama ini, perayaan detik-detik pergantian tahun baru masehi yang dilakukan oleh hampir semua Pemerintah Daerah di Indonesia, identik dengan pesta kembang api. Tapi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen tahun ini sangat berbeda. Perayaan pergantian tahun yang dikemas dalam acara “Gebyar Tahun Baru 2018” tidak ada pesta kembang api. Acara detik-detik pergatian tahun yang berlangsung pukul 23.45-00.15 di Alun-alun Sasana Langen Putra ini justru ditandai dengan Kothekan   Lesung – pemukulan alat tradisional petani untuk menumbuk padi. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengawali pemukulan Lesun g dengan Alu , diikuti oleh   Wakil Bupati, Dedi Endriyatno, Sekda Tatag Prabawanto bersama-sama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen. Suara Lesung Jumengglung yang menandai pergantian tahun dari 2017 ke 2018, membahana memenuhi Alun-alun yang dipadati ribuan warga. Sebelum prosesi pemukulan lesung, di Alun-alun juga digelar pen...

ATUR PANAMPI CALON TEMANTEN PUTRI BADE IJAB

Ternyata, pelan-pelan saya harus menceburkan diri kedalam tata cara adat Jawa yang semula kurang saya sukai karena serba ‘njlimet’ dan kadang terlihat tidak rasional. Padahal yang saya jalani itu baru masuk pada bagian kecil dari serangkaian adat yang merupakan bagian dari budaya Jawa. Itupun baru sebatas pada ‘tanggap wacana’ yang jelas tampak, kasat mata,   dan mudah dipelajari. Namun bagi saya masih terasa berat. Episode berikutnya dari tugas kehidupan yang harus saya jalani adalah menjadi juru bicara dari keluarga calon mempelai wanita untuk menerima pasrah calon temanten pria. ****** Inilah tugas ‘Atur Panampi saking Calon Temanten Putri Bade Ijab’. Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. - Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. - Panjenenganipun   Bapa Drs. NUR SUSANTO minangka sulih sarira   BapaHaji EDY SUDADI sekalian Ibu Hajah KONITUN, S.Pd. ingkang tuhu kinurmatan. Kanthi ngonjukak...

Meluruskan Peran Siti Rahmani “Ini Budi”

Siti Rahmani Rauf. (Sumber foto: Google Image) Informasi atas meninggalnya Siti Rahmani Rauf yang diberitakan sebagai penyusun buku “Ini Budi” pertama kali saya peroleh dari seorang teman melalui WhatsApp (WA) Group flpsoloraya.com, Rabu (11/5/2016) sekitar pukul 14.30. Info itu berbunyi : Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun. Telah wafat tadi malam Selasa10 Mei 2016 pkl. 21.20 WIB Ibu Siti Rahmani Rauf di usia 96 thn. Almarhumah adalah penyusun buku belajar membaca *_"Ini Budi"..._* Beliau adalah pahlawan kita utk bisa membaca dan menulis WA / SMS hari ini. Semoga almarhumah husnul khotimah. Di bawah tulisan tersebut disertakan sebuah foto Siti Rahmani Rauf dengan latarbelakang salah satu karyanya. Tanpa berpikir panjang informasi itu langsung saya sebar melalui WA Group One Day One Post (ODOP)-2. Informasi itu mendapat respon luar biasa dari teman-teman anggota ODOP. Bahkan anggota ODOP asal Bandung, Nychken Gilang Bedy Setiawan, langsung meny...