Skip to main content

Ibadah Qurban


Dalam beberapa minggu terakhir, perhatian umat Islam selain tertuju kepada kesibukan saudara, teman dan kerabat kita persiapan pemberangkatan calon ibadah haji ke tanah suci Mekah, juga adanya kesibukan persiapan pelaksanaan ibadah Qurban di daerah masing-masing. 

 

Hampir semua masjid dan berbagai kelompok telah membentuk panitia dengan segala persiapannya. Di beberapa tempat sudah terlihat orang menawarkan hewan kambing dan sapi untuk qurban. Begitu juga di media massa dan media sosial, tersebar iklan penjualan hewan qurban.

 

Untuk menyegarkan kembali tentang makna dan hakikat qurban, berikut uraian sekilas tentang ibadah qurban (diolah dari berbagai sumber). Ada hal-hal penting yang perlu kita perhatikan. Semoga semua bisa berjalan sesuai syari'at, berkah dan bermanfaat.

 

Pengertian

 

Ibadah Qurban yang dimaksud disini adalah penyembelihan hewan yang dilaksanakan dalam rangka Hari ‘Idul Adha, yang dalam syari’at disebut Udl-hiyah. Karena ibadah ini dimaksudkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, maka disebut juga dengan istilah Qurban. Penyembelihan hewan Qurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijah, dan tiga hari sesudahnya yang disebut hari tasyrik (11,12,13).

 

Keutamaan

 

Dalam Qur’an surat Al-Haj [22]:36 Allah berfirman,

وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan telah Kami jadikan untukmu binatang qurban itu sebagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak daripadanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri. Kemudian apabila telah gugur, makanlah sebagian dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah telah Kami mudahkan binatang-binatang qurban itu bagi kamu, agar kamu bersyukur”.

 

Dari ayat tersebut dapat diketahui bahwa penyembelihan hewan Qurban merupakan syi’ar agama Allah. Kemudian terdapat kegembiraan karena bisa menikmati daging Qurban, sedangkan orang lain dan fakir miskin memperoleh bagian.

 

Dalam hadits Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah disebutkan ”Mereka bertanya : apakah yang kita peroleh dari udl-hiyah (hewan qurban)?”. Rasulullah Saw. menjawab,”pada setiap bulu ada kebaikan untukmu”. Mereka bertanya lagi, ”bulu-bulu halusnya?”. Rasulullah menegaskan, “Pada setiap helai dari bulu-bulu halusnya juga ada kebaikan untukmu.”

 

Sedangkan dalam Hadits dari ‘Aisyah R.A. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada satu amalan anak Adam di hari Nahar (Hari Raya Penyembelihan Qurban) yang lebih disukai Allah, selain menyembelih qurban. Hewan qurban akan datang di hari qiyamat (menjadi saksi) seperti pada hari penyembelihannya (dengan seluruh anggota tubuhnya) dengan tanduknya, kuku-kukunya dan bulu-bulunya. Dan darah qurban sudah jatuh di satu tempat (yang disediakan) Allah. Oleh karena itu bersenanglah dirimu dengan berqurban itu”.

 

Hukum Berqurban

 

Terdapat perbedaan diantara para ulama dengan dasar hukum masing-masing :

 

Pertama, Sunnah Muakad (sangat dianjurkan), berdasarkan hadits riwayat Ahmad, Thabarani dan Al-Bazzaar, yang intinya bahwa Nabi Muhammad SAW berqurban untuk ummatnya, disamping untuk diri dan keluarganya.

 

Kedua, Wajib. Berdasar Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat 2,    “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” Ini menunjukkan bahwa berqurban itu perintah Allah.

 

Dalam Hadits Riwayat Ahmad dan Ibnu Majjah, Nabi Saw. bersabda, “barangsiapa mempunyai kelapangan untuk berqurban, tetapi tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.

 

Hewan Qurban

 

Dalam beberapa Hadits diterangkan mengenai jenis hewan qurban dan kriterianya.

 

·           Dari Abu Rafi’ RA, ia  berkata : Rasulullah Saw. pernah berqurban dua ekor kambing kibas yang bagus yang disayangi lagi jantan. (HR. Ahmad)

 

·           Dari Ibnu ‘Abbas RA berkata : kami dalam bepergian bersama Rasulullah Saw. lalu tibalah ‘Idul Adha, kemudian kami menyembelih seekor sapi untuk tujuh orang dan seekor unta untuk sepuluh orang.

 

·           Dari jabir RA. Ia berkata,  Rasulullah SAW bersabda : Jangan kamu menyembelih  (untuk qurban) kecuali yang sudah cukup umur (musinah). Orang Jawa menyebutnya, “powel.”

 

·           Dari Barra’ bin ‘Azib, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : ada empat binatang yang tidak boleh dipakai buat qurban, yaitu : yang buta,- yang nyata-nyata butanya, yang sakit – yang nyata-nyata sakitnya, yang pincang – yang nyata-nyata pincangnya, dan yang patah yang tidak dapat disembuhkan.

 

·           Dari Ali RA. Berkata : Rasulullah SAW melarang qurban dengan binatang yang tanduknya pecah atau telinganya terbelah. Qatadah berkata : kemudian kusampaikan hal itu kepada Sa’ad bin Musayyab, maka katanya : yang dimaksud binatang yang demikian itu ialah yang pecah atau terbelah separoh (dari tanduk atau telinganya itu), atau lebih.

 

 

Hikmah Berqurban

 

1.     Mendekatkan diri kepada Allah

Bahwa segala hal yang kita kerjakan harus ikhlas, semata-mata karena ketaatan dan memenuhi perintah Allah, dan hanya karena mengharap ridla Allah semata, bukan karena yang lain. Lihat QS Al-Bayyinah [9]):5

 

2.     Membuktikan kecintaan kepada Allah melebihi segala macam kecintaan kepada yang lain. Seperti dicontohkan dalam kisah Ibrahim dan Ismail, bahwa jika Allah telah memerintahkan, kecintaan apapun yang bersifat duniawi harus dikurbankan.

 

Dalam surat Ali ‘Imran [3] :14 Allah berfirman,


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ 

 

”Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.

 

Pada surat At-taubah [9]: 24 ditegaskan,


قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ࣙاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

 

“Katakanlah! Sekiranya bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, kaum keluargamu, perdaganganmu yang kamu khawatir rugi, semuanya lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad dijalan-Nya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”.

 

3.     Bukti rasa syukur kepada Allah.

 

Dalam Surat Al-haj [22] : 36,  Allah berfirman

ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 “Demikianlah Kami mudahkan binatang qurban untukmu, mudah-mudahan kamu bersyukur”. Pada Surat Ibrahim (14) : 34, disebutkan :


وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌࣖ 

”Dan Dia (Allah) telah memberikan kepadamu keperluan dari apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu mau menghitung ni’mat Allah, pasti tidak akan dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat dzalim dan tidak tahu bersyukur”.

 

4.     Sebagai bukti ketaqwaan kepada Allah.

 

Dalam Surat Al-haj [22] : 37,  Allah berfirman bahwa,


لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ 

“Daging-daging binatang qurban itu serta darahnya sekali-kali tidak akan dapat mencapai (ridla) Allah, tetapi ketaqwaaan dari kamu itulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah memudahkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepadamu. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”.

 

Karena itu niat ikhlas dalam  berqurban harus dijadikan motivasi utama karena menjadi dasar sah tidaknya, atau sampai tidaknya nilai qurban itu terhadap ridla Allah.

 

5.     Sarana berbuat baik (ihsan) kepada sesama.

 

Dalam surat Al-Qoshosh (28) : 77, Allah menegaskan,


وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ 

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan kebahagiaanmu di dunia dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

 

Pembagian Daging Qurban

 

Seberapa banyak daging yang dimanakan dan berapa pula yang disedekahkan tidak ada penjelasan didalam makna ayat dan hadits. Hanya diungkapkan, makanlah sebagian dan beri makanlah (sedekahkan) sebagian yang lain.

 

Beberapa ulama berpendapat bahwa daging qurban itu sebaiknya dibagi tiga.

-       Sepertiga dimakan sendiri oleh yang berqurban

-       sepertiga disedekahkan kepada fakir miskin, dan

-       sepertiga lagi dihadiahkan kepada tetangga, sahabat, kenalan dan lain-lain.

Comments

Popular posts from this blog

No Comment

Sebuah mobil lawas, jenis  Colt Station berwarna putih itu sudah semingguan terparkir di pinggir jalan di sebelah barat kampung saya.  Kendaraan itu menarik perhatian setiap orang yang melihatnya lantaran di body -nya ada tulisan “No Comment” cukup besar berwarna merah. Saya tidak tahu siapa pemilik mobil itu. Saya mau nanya tetangga, sepertinya terpengaruh tulisan di body mobil "No Comment" yang artinya, "tidak ada komentar" atau "malas komen"   atau "ngga mau komentar"   atau sejenisnya. "Kalau saya nanya, jangan-jangan nanti dijawab No Comment," pikir saya ragu. Sebenarnya saya pengin tahu maksud atau alasan pemiliknya memberi lebel mobilnya dengan kalimat aneh itu. *** Saya jadi ingat zaman Orde Baru dulu, kalimat itu sangat populer di kalangan pejabat pemerintahan atau militer ketika berhadapan dengan wartawan.    Waktu itu tidak sembarangan pejabat boleh memberikan keterangan kepada wartawan at...

Pesan Asmara Seorang Pengamen

Wulan Action  Wulan, wanita berusia 54 tahun itu terus menyusuri jalanan kampung. Ia tak menghiraukan terik mentari yang membakar tubuh mungilnya. Peluh keringat berleleran menghapus bedak dan gincu di wajahnya. Dengan senyum yang selalu tersungging dibibirnya, ia berhenti di depan setiap rumah yang dilaluinya.   Dengan memainkan alat musik “Bas Betot” sederhana, berupa kotak papan kayu dilengkapi karet ban dalam  sepeda yang berfungsi sebagai dawai pada gitar, ia dendangkan lagu-lagu Jawa Campursari.  Suara emas Wulan yang berpadu dengan “bas betot” dan ketipak-ketipuk dari kotak yang dipukulnya, melahirkan musik yang indah. Uang receh senilai seratus duaratus rupiah pun diterima dari setiap penghuni rumah. Itulah Wulan, pengamen tradisional kelas kampung yang kini masih bertahan. Wulan adalah pengamen jalanan yang tetap bertahan ditengah kerasnya perjuangan hidup. Profesi ini dijalaninya demi mempertahankan biduk rumah tangga dengan kondisi yang me...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

Meluruskan Peran Siti Rahmani “Ini Budi”

Siti Rahmani Rauf. (Sumber foto: Google Image) Informasi atas meninggalnya Siti Rahmani Rauf yang diberitakan sebagai penyusun buku “Ini Budi” pertama kali saya peroleh dari seorang teman melalui WhatsApp (WA) Group flpsoloraya.com, Rabu (11/5/2016) sekitar pukul 14.30. Info itu berbunyi : Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun. Telah wafat tadi malam Selasa10 Mei 2016 pkl. 21.20 WIB Ibu Siti Rahmani Rauf di usia 96 thn. Almarhumah adalah penyusun buku belajar membaca *_"Ini Budi"..._* Beliau adalah pahlawan kita utk bisa membaca dan menulis WA / SMS hari ini. Semoga almarhumah husnul khotimah. Di bawah tulisan tersebut disertakan sebuah foto Siti Rahmani Rauf dengan latarbelakang salah satu karyanya. Tanpa berpikir panjang informasi itu langsung saya sebar melalui WA Group One Day One Post (ODOP)-2. Informasi itu mendapat respon luar biasa dari teman-teman anggota ODOP. Bahkan anggota ODOP asal Bandung, Nychken Gilang Bedy Setiawan, langsung meny...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 10 )

sumber foto : google image Hari ini, pergulatan batin dan emosi ratusan manusia yang diguncang oleh sebuah misteri memasuki titik klimaks. Pukul tujuh pagi orang-orang yang sudah kehilangan akal sehat itu terlihat lalu-lalang dan berdesakan memadati setiap sudut pekarangan rumah Suto. Mereka ingin menyaksikan anggota Tim SAR yang turun ke dasar sumur, dan menanti apa yang akan terjadi dengan aksi itu. Puluhan personil kepolisian terpaksa membuat pagar betis untuk mencegah warga merangsek ke dekat bibir sumur. Sementara Suto sendiri hanya mematung dan termangu di teras rumah. Raut wajah Suto tampak tegang. Pandangan matanya menatap tajam ke arah kerumunan orang. “Pak, masuk. Nggak enak dilihat orang,” istrinya merayu. Suto diam membisu seakan tak mendengar apa pun, termasuk suara gaduh dan bising di sekitarnya. Istri yang sering   bingung dengan sikap suaminya itu, kembali masuk rumah untuk menemani mertua dan anak gadisnya. Dua orang anggota Tim SAR berpakai...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Bukan Halusinasi ( Bag. 1 )

Tengah malam yang dingin itu telah menyirep seluruh penghuni kampung Randu. Mereka lelap dalam tidur berselimut sepi, menikmati mimpinya masing-masing. Namun   tidak bagi Suto.   Lelaki paroh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani kecil ini mendadak terbangun oleh suara ketukan pintu belakang di ruang dapurnya. Sebenarnya lelaki kurus ini enggan beranjak bangun dari tempat tidurnya. Badan Suto kurang sehat lantaran kemarin kehujanan saat berada di sawah. Tetapi karena pintu itu seperti didorong-dorong oleh seseorang, ia akhirnya bangun juga. Ia tak langsung berdiri. Sembari mengusap-usap kedua matanya, diambilnya  lampu senter yang selalu ditaruh di bawah bantal. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu belakang. Tanpa pikir panjang, dibukanya pintu. Sementara isterinya, Poni, dan seorang anak perempuannya, Yani  yang berumur lima belas tahun, tetap tidur nyenyak. Setelah pintu terbuka, ia keluar rumah. Dengan hati-hati ia melihat ke kanan...