Skip to main content

Teladan Nabi Muhammad Saw Yang Menginspirasi

 

Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi dan Rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT sekaligus menjadi suri tauladan bagi umatnya. Seluruh ucapan, perbuatan, dan sikap beliau menjadi sumber ajaran Islam yang dapat menuntun umat Muslim ke dalam kebaikan.

Nabi Muhammad SAW telah menjadi sebuah panutan (uswatun hasanah) sebagai manusia paripurna dalam segala hal. Baik itu dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan hubungan dengan umat selain agama Islam.

Keteladanan Nabi Muhammad dalam seluruh aspek kehidupan dijelaskan Allah SWT pada surat Al-Ahzab ayat 21,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al Ahzab: 21)

Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk dapat meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW dan mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dikutip melalui buku Ensiklopedia Sahabat karya Ibnu Al Jauzi, berikut ini keteladanan Nabi Muhammad yang dapat dijadikan contoh bagi umat Muslim:

1. Rendah hati

Rendah hati merupakan akhlak yang sangat penting dimiliki setiap insan, sebab sifat ini akan melahirkan berbagai sikap mulia dan menentramkan kehidupan masyarakat. Seperti dicontohkan Nabi Muhammad, yang selalu rendah hati kepada siapapun, bahkan tidak pernah menyombongkan kemuliaan dan keistimewaannya.

Dijelaskan dalam hadits. Dari Umar ra, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian menyanjungku (secara berlebihan) sebagaimana orang-orang Nasrani telah menyanjung-nyanjung Isa Ibnu Maryam secara berlebihan, karena sesungguhnya aku hanya seorang hamba. Oleh karena itu, sebutlah (diriku) sebagai hamba Allah dan Rasul-Nya’.” (HR. Bukhari)

2. Akhlak yang mulia

Rasulullah SAW terkenal memiliki akhlak yang paling mulia, yang dapat dijadikan sebagai teladan bagi umatnya. Di antara akhlak mulia beliau yaitu selalu berprasangka baik, tidak pernah berbuat keji, berlaku kasar, dan tidak pernah berteriak.

Selain itu, Rasulullah SAW juga tidak pernah membalas perbuatan buruk yang menimpanya kepada seseorang. Bahkan beliau mendoakan orang yang berbuat jahat padanya dengan hal-hal yang baik.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuah hadits Imam Ahmad, dari Abu Abdila Al Jadali, dia berkata, “Aku berkata kepada Aisyah, ‘Bagaimanakah akhlak Rasulullah SAW kepada keluarganya?’ Aisyah menjawab, ‘Beliau adalah orang yang paling terpuji akhlaknya. Rasulullah sama sekali tidak pernah berbuat keji, berlaku kasar, dan tidak pernah berteriak-teriak di tengah pasar. Beliau tidak akan membalas keburukan dengan keburukan yang serupa. Namun beliau akan memberikan ampunan dan maaf atas keburukan yang ditujukan kepada dirinya secara pribadi.” (HR. Imam Ahmad)

3. Kasih Sayang terhadap sesama

Rasa kasih sayang Nabi Muhammad dapat dilihat dari sifat-sifatnya yang sangat mulia. Beliau dikenal lemah lembut kepada para sahabatnya, memaafkan mereka, dan memohonkan ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa dan kesalahan mereka.

Selain itu, Nabi juga sangat akrab dengan anak-anak. Dikisahkan saat Nabi muhammad sedang menunaikan ibadah sholat, beliau mendengar tangisan seorang anak kecil dan mengkhawatirkan anak tersebut. Nabi lantas mempercepat sholatnya karena beliau tahu kalau ibunya pasti sangat risau dengan tangisan anaknya.

Dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya aku tengah menunaikan ibadah shalat dan berniat untuk melakukannya dalam waktu yang cukup lama. Namun aku mendengar ada tangisan anak kecil sehingga aku pun mempercepat shalatku. Sebab aku tahu kalau ibunya pasti sangat risau dengan tangisan anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Lapang Dada

Sifat Rasulullah selanjutnya yang hendaknya dimiliki oleh setiap Muslim adalah selalu berlapang dada. Sifat ini akan menjadikan seseorang mampu melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT dengan semaksimal mungkin. Misalnya sabar dalam menghadapi ujian atau peristiwa yang kurang menyenangkan dan dapat menerimanya dengan ikhlas.

Sebagaimana telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik, ia berkata, “Aku pernah berjalan bersama-sama Rasulullah SAW, beliau mengenakan surban dari yang bagian ujungnya tebal. Lalu beliau dibuntuti seseorang dari dusun yang kemudian berhasil menyusulnya.

Orang dusun itu menarik surban beliau dengan sangat keras, sehingga aku melihat bekas terikan di bagian samping leher Rasulullah karena begitu kuat tarikan tersebut. Kemudian orang dusun itu berkata, ‘Wahai Muhammad, berilah aku harta Allah yang ada padamu’ Rasulullah SAW menoleh kemudian tertawa. Beliau memerintahkan agar orang itu diberi harta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Kedermawanan

Nabi Muhammad dikenal dengan kebesaran jiwa dan kedermawanannya. Bahkan harta apapun yang dimilikinya senantiasa beliau perjuangkan di jalan Allah tanpa pamrih maupun riya. Kisah kedermawanannya banyak diceritakan dalam hadits, diantaranya:

“Rasulullah pernah didatangi oleh seorang laki-laki yang meminta sesuatu kepada beliau. Maka Rasulullah memerintahkan agar orang itu diberi kambing yang sangat banyak, yang jumlahnya sebanyak jarak antara dua gunung. Akhirnya orang itu kembali kepada kaumnya sembari berkata, ‘Wahai sekalian kaumku, masuklah kalian ke dalam agama Islam, karena sesungguhnya Muhammad akan memberikan sebuah pemberian yang tidak khawatir lagi akan jatuh miskin’.” (HR. Muslim)

(IMR) https://kumparan.com/berita-hari-ini/5-keteladanan-nabi-muhammad-saw-yang-menjadi-sumber-ajaran-islam-1xscvULb2px/full

Teladan yang Menginspirasi!

Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu hari besar yang dinantikan oleh umat Islam, termasuk di Indonesia. Sudah menjadi semacam tradisi di Indonesia untuk merayakan maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai cara, mulai dari menggelar pengajian bersama hingga tablig akbar.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu peristiwa besar dalam sejarah agama Islam. Nabi Muhammad SAW lahir sebagai nabi terakhir yang membawa amanat dan penerang bagi umat Islam pada masa jahiliyah dulu. Beliau pun tumbuh menjadi manusia dengan akhlak luar biasa yang kini menjadi panutan bagi umat Islam di seluruh dunia.

1. Baik Hati dan Lemah Lembut

Nabi Muhammad SAW dikenal akan kebaikan hatinya. Disamping sifatnya yang lemah lembut, baik dari segi perbuatan maupun perkataan, juga dikenal karena keluasan hati beliau dalam memaafkan. Beliau tak pernah membalas orang-orang yang berbuat jahat dengan kejahatan. Justru Beliau memaafkan mereka yang berlaku jahat terhadapnya.

Salah satu hadis menjelaskan. Dari Abu Abdillah al-Jadali RA dia berkata, "Saya berkata kepada Aisyah, 'Bagaimana sikap Nabi terhadap keluarganya?' Aisyah menjawab, "Dia adalah orang yang paling terpuji. Rasulullah tidak pernah bersikap dengan buruk, kasar atau berteriak di tengah pasar. Dia tidak akan membalas kejahatan dengan kejahatan. Tapi dia memaafkan dan memaafkan hal-hal buruk yang ditujukan kepadanya secara pribadi." (HR Imam Ahmad).

2. Sabar Meski Dicaci

Tahun 627 Masehi di kota Madinah, hidup seorang pengemis yang hidup dalam keterbatasan melihat. Pengemis tuna netra itu selalu mendengar langkah kaki orang-orang dengan harapan besar bahwa akan ada seseorang yang datang dan menyuapinya makanan. Kala itu, Nabi Muhammad SAW merupakan satu-satunya orang yang menghampiri pengemis itu. Nabi Muhammad SAW dengan telaten menyuapinya makanan. Bahkan, sebelum menyuapi pengemis itu, Nabi Muhammad SAW akan menghaluskan makanannya terlebih dahulu agar sang pengemis mudah menelan makanannya.

Tetapi, pengemis tersebut terkenal karena kegigihannya mengajak orang lain untuk membenci Nabi Muhammad SAW. Tanpa pengemis itu tahu, setiap kali Nabi Muhammad SAW menyuapinya makanan, ia menyumpah serapahi sosok Nabi Muhammad SAW. Namun Beliau tetap bersabar dan selalu datang untuk menyuapi pengemis tuna netra tersebut.

3. Dermawan

Sifat dermawan melekat erat pada kepribadian Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan baik oleh umat Islam. Nabi Muhammad SAW tak pernah segan memberikan sesuatu yang diminta oleh orang lain. Bila beliau mampu memberikan sesuatu maka beliau tak segan menyanggupi permintaan dari orang-orang di sekitarnya.

Dijelaskan dalam hadis. Dari Anas bin Malik RA dia berkata, "Seorang pria mendatangi Nabi SAW dan meminta kambing yang jumlahnya sama dengan jarak antara dua gunung, maka beliau memberikan apa yang dia minta. Si pria lantas pulang ke kaumnya dan berkata, "Wahai umatku, masuklah ke agama Islam, karena Muhammad akan memberimu hadiah yang tidak akan kamu inginkan lagi khawatir jatuh miskin." (HR Muslim).

4. Toleran

Nabi Muhammad SAW tak hanya dikenal karena kesabaran yang dimiliki namun juga toleransi terhadap sesama. Nabi Muhammad SAW tak pernah marah akan hal-hal kecil yang menyinggungnya, seperti dikisahkan dalam hadis.

Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Saya pernah berjalan dengan Rasulullah yang pada waktu itu mengenakan sorban dari daerah Najran yang tebal bahannya. Kemudian seseorang dari desa mengikutinya, penduduk badui itu menarik sorbannya begitu keras hingga aku melihat bekas luka di sisi leher Nabi karena gaya tarik-menarik. Kemudian badui itu berkata, "Wahai Muhammad, berilah aku kekayaan Allah yang kamu miliki!" Rasulullah SAW menoleh dan tertawa. Dia memerintahkan untuk memberikan kepada badui hadiah." (HR Bukhari dan Muslim).

5. Rendah Hati

Nabi Muhammad SAW memiliki sifat yang patut ditiru, salah satunya ada kerendahan hati. Meskipun harus melalui perjalanan yang berat hingga Nabi Muhammad SAW dapat dipercayai menjadi seorang pemimpin bahkan panglima perang, tak pernah sekalipun beliau menyombongkan diri.

Tak hanya itu, sosok Nabi Muhammad SAW sebagai seorang suami juga menunjukkan kerendahan hati yang beliau miliki. Nabi Muhammad SAW tak segan membantu mengerjakan pekerjaan rumah demi meringankan tugas sang istri Aisyah.

Memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, 12 Rabi’ul Awwal, kita bisa merefleksikan kembali dan membenahi diri dengan mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dalam bertindak maupun bertutur kata. https://www.berbuatbaik.id/berbagi-kabar/130/5-teladan-nabi-muhammad-saw-yang-menginspirasi

Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

Bukan Halusinasi ( Bag. 1 )

Tengah malam yang dingin itu telah menyirep seluruh penghuni kampung Randu. Mereka lelap dalam tidur berselimut sepi, menikmati mimpinya masing-masing. Namun   tidak bagi Suto.   Lelaki paroh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani kecil ini mendadak terbangun oleh suara ketukan pintu belakang di ruang dapurnya. Sebenarnya lelaki kurus ini enggan beranjak bangun dari tempat tidurnya. Badan Suto kurang sehat lantaran kemarin kehujanan saat berada di sawah. Tetapi karena pintu itu seperti didorong-dorong oleh seseorang, ia akhirnya bangun juga. Ia tak langsung berdiri. Sembari mengusap-usap kedua matanya, diambilnya  lampu senter yang selalu ditaruh di bawah bantal. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu belakang. Tanpa pikir panjang, dibukanya pintu. Sementara isterinya, Poni, dan seorang anak perempuannya, Yani  yang berumur lima belas tahun, tetap tidur nyenyak. Setelah pintu terbuka, ia keluar rumah. Dengan hati-hati ia melihat ke kanan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 7 )

Sesuai rencana, Guritno bersama perangkatnya mendatangi rumah Suto. Melihat kedatangan Guritno, puluhan warga yang berkerumun berebut menyalami Kepala Desa yang simpatik ini. Beberapa orang dari luar desa yang belum mengenalnya juga mendekat Guritno. “Selamat Siang, Pak Lurah..” beberapa orang menyapa. “Selamat Siang. Gimana kabarnya. Sehat semua kan?” Sapa Guritno. “ Nggih,  Pak Lurah…” Guritno langsung menuju lokasi sumur tua milik Suto . Ia segera me lo ngok ke dalam sumur seperti yang dilakukan warga. Ia berkali-kali melongok ke lubang sumur yang berkedalaman 15 meter. Sesaat kemudian, ia melihat ke sekeliling, mengamati puluhan rumpun pohon bambu yang tumbuh subur di pekarangan Suto . Beberapa orang yang menyaksikan gerak gerik Kepala Desa itu saling berpandangan dan berbisik satu sama lain. Mereka menerka apa yang akan dilakukan pemimpin desa itu. Diantara mereka ada yang memberanikan diri bertanya dan usul kepada Guritno. “Bagaimana, Pak. Apa b...

BERKEMBANG BERSAMA ODOP

Puluhan tahun dalam perjalanan hidup ini, saya isi dengan banyak membaca buku, baik di toko, di perpustakaan maupun milik sendiri. Disamping buku, bacaan berupa koran, majalah dan media online menjadi menu konsumsi hidup saya. Mungkin sudah ratusan judul buku saya baca hingga tuntas. Namun lebih banyak buku yang saya baca tidak pernah selesai. Dengan membaca aneka buku, saya menemukan banyak ilmu dan hikmah yang amat berguna dalam menjalani hidup ini. Seperti ungkapan Samuel Johnson, “Buku mengajarkan kepada kita, bagaimana menikmati hidup dan bagaimana memikul bebannya.” Setelah hidup ini saya jalani dengan aktivitas banyak membaca, saya kemudian punya keinginan untuk menjadi penulis. Pertimbangannya, jika hanya sekedar sebagai pembaca, manfaat yang saya peroleh lebih banyak untuk diri sendiri. Tapi   jika menjadi penulis, insya Allah manfaatnya bisa dinikmati untuk banyak orang. Sadar bahwa menjadi penulis itu tidak mudah, sayapun mulai berusaha keras untuk membe...

Buang Jauh Luka Emosional Anda

Orang bijaksana tidak pernah duduk   meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya.   - Shakespear -  Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.   P adahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dalam dari luka-l...

KOTHEKAN LESUNG TANDAI PERGANTIAN TAHUN

Selama ini, perayaan detik-detik pergantian tahun baru masehi yang dilakukan oleh hampir semua Pemerintah Daerah di Indonesia, identik dengan pesta kembang api. Tapi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen tahun ini sangat berbeda. Perayaan pergantian tahun yang dikemas dalam acara “Gebyar Tahun Baru 2018” tidak ada pesta kembang api. Acara detik-detik pergatian tahun yang berlangsung pukul 23.45-00.15 di Alun-alun Sasana Langen Putra ini justru ditandai dengan Kothekan   Lesung – pemukulan alat tradisional petani untuk menumbuk padi. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengawali pemukulan Lesun g dengan Alu , diikuti oleh   Wakil Bupati, Dedi Endriyatno, Sekda Tatag Prabawanto bersama-sama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen. Suara Lesung Jumengglung yang menandai pergantian tahun dari 2017 ke 2018, membahana memenuhi Alun-alun yang dipadati ribuan warga. Sebelum prosesi pemukulan lesung, di Alun-alun juga digelar pen...