Skip to main content

Renungan Hidup Hari Ini

 

 

Merenungi Perjalanan Hidup

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ .َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ:

 أَمَّا بَعْدُ،

 

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, segala puji dan syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT. Atas segala nikmat, pertolongan dan hidayah—Nya, hari ini kita masih dikaruni umur panjang, kesehatann dan kesempatan untuk menjalankan kewajiban shalat Jumat dan segala aktivitas lainnya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW. yang kita ikuti teladannnya sampai akhir hayat. Semoga atas ijin Allah kita mendapatan Syafaatnya di yaumil akhirah. Aamiin yaa rabbal aalamiin.  

 

Jamaah yang berbahagia.

Kita bersyukur kepada Allah Swt. yang telah memberi kesempatan kepada kita untuk kembali  menjalankan shalat Jumat berjamaah. Padahal betapa banyak orang yang tidak diberi kesempatan shalat berjamaah seperti kita. Mungkin karena sedang sakit, atau telah meninggal dunia, dan sebab-sebab lainnya. Alhamdulillah kita termasuk manusia yang berbahagia, yang segar bugar atau dalam kondisi apapun masih bisa melaksanakan kewajiban shalat Jumat pada hari ini. Semoga Allah menerima dan meridlai ibadah kita. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

Jamaah Rahimakumullah.

Betapa sering kita terlena oleh berbagai kesibukan dunia sehari-hari. Tanpa terasa kita telah berada di hari Jumat lagi, padahal rasanya baru kemarin  kita shalat Jumat di sini atau tempat lainnya. Waktu begitu cepat berlalu. Waktu terus bergerak, tetiba berada di bulan Rabi’ul akhir, terus Rajab, sebentar lagi bulan sya’ban, tak lama lagi bulan suci Ramadhan.

Mari kita tafakkuri perjalanan hidup kita, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun.

Hari ini kita berjamaah untuk beruku’ dan bersujud, menghadap Allah Rabbul ‘Izzati, sambil menghitung-hitung kekayaan ruhaniyah yang kita peroleh selama ini.

Kita tidak tahu apakah pada hari Jumat mendatang kita masih dapat shalat jumat berjamaah. Bahkan apakah besok pagi kita masih bisa shalat berjamaah di tempat ini atau tempat lain.

Lima kali sehari kita laksanakan shalat wajib. Namun kita tidak tahu apakah kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakan shalat pada hari-hari berikutnya. Karena itu kita patut bertanya : “Apakah shalat kita telah berbuah?”

اُتۡلُ مَاۤ اُوۡحِىَ اِلَيۡكَ مِنَ الۡكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ ​ؕ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنۡهٰى عَنِ الۡفَحۡشَآءِ وَالۡمُنۡكَرِ​ؕ وَلَذِكۡرُ اللّٰهِ اَكۡبَرُ ​ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُوۡنَ‏ ٤٥

Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (qs. Al-‘ankabut[29]: 45

 

Apakah shalat kita telah mampu menghentikan kita dari berbuat keji? Apakah shalat kita telah mampu menghentikan kita dari perbuatan menggunjing orang lain? Apakah shalat kita telah mampu mendorong kita menjadi dermawan, saling menyayangi, saling membantu dalam kebajikan terhadap sesama?

Sampai dimanakah shalat kita dapat membuahkan qalbu atau hati yang tenang, tidak resah dan tidak dzalim? Dan sampai di manakah shalat kita dapat menumbuhkan iman yang kokoh?

Allah swt berfirman dalam al Qur’an surat al-Mu’minun (23): 1-5 :

 قَدۡ اَفۡلَحَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَۙ‏ ١ الَّذِيۡنَ هُمۡ فِىۡ صَلَاتِهِمۡ خَاشِعُوۡنَ ۙ‏ ٢ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ عَنِ اللَّغۡوِ مُعۡرِضُوۡنَۙ‏ ٣ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوۡنَۙ‏ ٤ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِفُرُوۡجِهِمۡ حٰفِظُوۡنَۙ‏ ٥

Beruntunglah orang-orang yang beriuman. Yaitu orang-orang yang khusus’ dalam shalatnya. Yang menjauhkan dirinya dari (perkataan dan perbuatan) yang tidak berguna (sia-sia). Orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.

 

Sampai batas-batas tertentu, mungkin kita telah mencapai tahapan yang digambarkan dalam oleh al-Qur’an tersebut. Sewaktu-waktu kita dapat melaksanakan shalat secara khusu’. Sewaktu-waktu mampu menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna. Sewaktu-waktu kita telah mampu menunaikan zakat, membantu sesama umat manusia. Sewaktu-waktu pula kita telah mampu mengendalikan dorongan nafsu seksual, sehingga terbebas dari kemaksiatan.

Kalaulah kita baru sewaktu-waktu mampu melaksanakan perbuatan manusia beriman, apakah tidak berarti sewaktu-waktu pula kita bisa melakukan perbuatan orang tidak beriman? Na’udzubillahi min dzalik. Peluang itu selalu ada karena setan akan terus menggoda manusia sepanjang hayatnya. Oleh karena itu kita terus berikhtiar agar bisa istiqamah dalam beramal shaleh sehingga iman dan taqwa kita terus meningkat.

Gambaran orang yang bertaqwa sebagaimana dinyatakan Allah dalam al-Qur’an surat Ali ‘Imran (3): 133-135

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ 

[3:133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

[3:134] (yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang mampu menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ 

[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

 

Marilah kita senantiasa tafakur, merenung dengan ingat pesan Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu :

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ

 “Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal.”

 

Sudah sampai di mana tahap dan kadar iman serta taqwa kita kepada Allah swt? Sudah sampai di mana cinta kepada Allah swt. dibandingkan dengan cinta kepada selain Allah? Seberapa jauh kehadiran kita bermanfaat bagi sesama manusia? Sudah sampai di manakah kita mampu hidup harmonis sebagai individu dan anggota masyarakat di Negara yang warganya beraneka suku, agama, karakter dan warna kulit yang berbeda-beda?

 

Mari kita tanyakan pada diri ini : Manfaat apa yang bisa diambil oleh sesama manusia karena kehadiran kita? Apa manfaat kehadiran kita dalam keluarga, dan lingkungan bertetangga, atau kehadiran kita di lingkungan masjid, di kantor dan di tempat-tempat lain?

Al-Qur’an berbicara tentang seluruh aspek kehidupan. Hampir seratusan ayat diantaranya tentang manusia, tentang kualitas manusia.

Oleh karena itu, setiap kali kita bertemu di hari Jumat, kita diingatkan tentang kualitas diri kita, peningkatan kualitas ketaqwaan kita agar terus meningkat. Mari kita targetkan perubahan dan peningkatan diri pada setiap kita shalat, dan setiap kali kita mengikuti dan menjalankan shalat Jumat. Semoga kita termasuk hamba Allah yang dikasihi-Nya.

Insya Allah hidup seharian kita akan dinilai Allah swt sebagai ibadah. Kita upayakan agar kita selalu mengisi hidup ini dengan penuh ibadah.  Sepanjang hari, kita isi dengan beribadah. 

Agar segala kegiatan kita bernilai dan berbobot ibadah, setiap kali kali akan memulai segala aktivitas,  ketika bertugas melaksanakan kewajiban, termasuk  mencari nafkah untuk anak istri dan keluarga, niatkanlah selalu dalam hati dengan ikhlas hanya karena Allah, untuk memenuhi perintah Allah, sesuai ketentuan Allah, hanya mengharap ridla Allah, bahwa kita bertugas melaksanakan kewajiban, memulai segala sesuatu dengan ucapan Bismillahirrahmaanirrahiim. Dan diakhiri dengan Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

 

Mudah-mudahan Allah swt memberikan kemudahan kepada kita dalam segala urusan dan upaya memakmurkan umur kita, semata-mata untuk mendapat barakah dan ridla Allah swt.

 -----

Barakallahu lii walakum bil ayati wa dzikril hakim. Wa taqqabal minni wa minkum tilawatahu innahu huwassami’ul ‘aliim.

A’udzubillahi minasy-syaithanirrajim. Bismillahirrahmanirrahiim.

Wal ‘ashr. Innal insaana lafi husrin . illalladziina aamanu wa ‘amilush-shalihati watawa saubil haqqi wa tawa saubish-shobbr.

Waqur rabbighfir warham wa anta khairurrahimiin.

 

Comments

Popular posts from this blog

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Atur Pambagyaharja Sungkawa (Sripahan / LELAYU)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nuwun, kawula nuwun . Para pepunden sesepuh pinisepuh ingkang kula bekteni. Para asung pambela sungkawa, para rawuh kakung sunawana putri ingkang satuhu luhuring budi. Wonten madyaning panandang ing ari kalenggahan punika, kula minangka sulih sarira saking Ibu Sri Sumaringsih sakaluwarga kinen hangaturaken atur Pambagyaharja sakderengipun hangkating layon Almarhum Bapa Sukardono. Murwakani atur, sumangga panjenengan sedaya kula dherekaken manengku puja, raos syukur tansah konjuk wonten Ngarsa Dalem Allah Gusti Ingkang Maha Kawasa. Awit Panjenengan dalasan kula saget makempal wonten papan punika saperlu asung bela sungkawa menggah sedanipun Bapa Sukardono. Para asung pambela sungkawa ingkang pikantuk Rahmating Gusti. Ibu Sri Sumaringsih gotrah kulawangsa lumantar kula, ngaturaken Sugeng Rawuh, lan ngaturaken raos panuwun ingkang tanpa pepindan awit karawuhan panjenengan sedaya. Ugi ngaturaken agenging panuwun sedaya pambiyantu awujud p...

Bukan Halusinasi ( Bag. 1 )

Tengah malam yang dingin itu telah menyirep seluruh penghuni kampung Randu. Mereka lelap dalam tidur berselimut sepi, menikmati mimpinya masing-masing. Namun   tidak bagi Suto.   Lelaki paroh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani kecil ini mendadak terbangun oleh suara ketukan pintu belakang di ruang dapurnya. Sebenarnya lelaki kurus ini enggan beranjak bangun dari tempat tidurnya. Badan Suto kurang sehat lantaran kemarin kehujanan saat berada di sawah. Tetapi karena pintu itu seperti didorong-dorong oleh seseorang, ia akhirnya bangun juga. Ia tak langsung berdiri. Sembari mengusap-usap kedua matanya, diambilnya  lampu senter yang selalu ditaruh di bawah bantal. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu belakang. Tanpa pikir panjang, dibukanya pintu. Sementara isterinya, Poni, dan seorang anak perempuannya, Yani  yang berumur lima belas tahun, tetap tidur nyenyak. Setelah pintu terbuka, ia keluar rumah. Dengan hati-hati ia melihat ke kanan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 7 )

Sesuai rencana, Guritno bersama perangkatnya mendatangi rumah Suto. Melihat kedatangan Guritno, puluhan warga yang berkerumun berebut menyalami Kepala Desa yang simpatik ini. Beberapa orang dari luar desa yang belum mengenalnya juga mendekat Guritno. “Selamat Siang, Pak Lurah..” beberapa orang menyapa. “Selamat Siang. Gimana kabarnya. Sehat semua kan?” Sapa Guritno. “ Nggih,  Pak Lurah…” Guritno langsung menuju lokasi sumur tua milik Suto . Ia segera me lo ngok ke dalam sumur seperti yang dilakukan warga. Ia berkali-kali melongok ke lubang sumur yang berkedalaman 15 meter. Sesaat kemudian, ia melihat ke sekeliling, mengamati puluhan rumpun pohon bambu yang tumbuh subur di pekarangan Suto . Beberapa orang yang menyaksikan gerak gerik Kepala Desa itu saling berpandangan dan berbisik satu sama lain. Mereka menerka apa yang akan dilakukan pemimpin desa itu. Diantara mereka ada yang memberanikan diri bertanya dan usul kepada Guritno. “Bagaimana, Pak. Apa b...

BERKEMBANG BERSAMA ODOP

Puluhan tahun dalam perjalanan hidup ini, saya isi dengan banyak membaca buku, baik di toko, di perpustakaan maupun milik sendiri. Disamping buku, bacaan berupa koran, majalah dan media online menjadi menu konsumsi hidup saya. Mungkin sudah ratusan judul buku saya baca hingga tuntas. Namun lebih banyak buku yang saya baca tidak pernah selesai. Dengan membaca aneka buku, saya menemukan banyak ilmu dan hikmah yang amat berguna dalam menjalani hidup ini. Seperti ungkapan Samuel Johnson, “Buku mengajarkan kepada kita, bagaimana menikmati hidup dan bagaimana memikul bebannya.” Setelah hidup ini saya jalani dengan aktivitas banyak membaca, saya kemudian punya keinginan untuk menjadi penulis. Pertimbangannya, jika hanya sekedar sebagai pembaca, manfaat yang saya peroleh lebih banyak untuk diri sendiri. Tapi   jika menjadi penulis, insya Allah manfaatnya bisa dinikmati untuk banyak orang. Sadar bahwa menjadi penulis itu tidak mudah, sayapun mulai berusaha keras untuk membe...

Buang Jauh Luka Emosional Anda

Orang bijaksana tidak pernah duduk   meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya.   - Shakespear -  Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.   P adahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dalam dari luka-l...

KOTHEKAN LESUNG TANDAI PERGANTIAN TAHUN

Selama ini, perayaan detik-detik pergantian tahun baru masehi yang dilakukan oleh hampir semua Pemerintah Daerah di Indonesia, identik dengan pesta kembang api. Tapi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen tahun ini sangat berbeda. Perayaan pergantian tahun yang dikemas dalam acara “Gebyar Tahun Baru 2018” tidak ada pesta kembang api. Acara detik-detik pergatian tahun yang berlangsung pukul 23.45-00.15 di Alun-alun Sasana Langen Putra ini justru ditandai dengan Kothekan   Lesung – pemukulan alat tradisional petani untuk menumbuk padi. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengawali pemukulan Lesun g dengan Alu , diikuti oleh   Wakil Bupati, Dedi Endriyatno, Sekda Tatag Prabawanto bersama-sama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen. Suara Lesung Jumengglung yang menandai pergantian tahun dari 2017 ke 2018, membahana memenuhi Alun-alun yang dipadati ribuan warga. Sebelum prosesi pemukulan lesung, di Alun-alun juga digelar pen...