Skip to main content

Renungan Hidup Hari Ini

 

 

Merenungi Perjalanan Hidup

 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ .َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ:

 أَمَّا بَعْدُ،

 

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, segala puji dan syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT. Atas segala nikmat, pertolongan dan hidayah—Nya, hari ini kita masih dikaruni umur panjang, kesehatann dan kesempatan untuk menjalankan kewajiban shalat Jumat dan segala aktivitas lainnya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW. yang kita ikuti teladannnya sampai akhir hayat. Semoga atas ijin Allah kita mendapatan Syafaatnya di yaumil akhirah. Aamiin yaa rabbal aalamiin.  

 

Jamaah yang berbahagia.

Kita bersyukur kepada Allah Swt. yang telah memberi kesempatan kepada kita untuk kembali  menjalankan shalat Jumat berjamaah. Padahal betapa banyak orang yang tidak diberi kesempatan shalat berjamaah seperti kita. Mungkin karena sedang sakit, atau telah meninggal dunia, dan sebab-sebab lainnya. Alhamdulillah kita termasuk manusia yang berbahagia, yang segar bugar atau dalam kondisi apapun masih bisa melaksanakan kewajiban shalat Jumat pada hari ini. Semoga Allah menerima dan meridlai ibadah kita. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

Jamaah Rahimakumullah.

Betapa sering kita terlena oleh berbagai kesibukan dunia sehari-hari. Tanpa terasa kita telah berada di hari Jumat lagi, padahal rasanya baru kemarin  kita shalat Jumat di sini atau tempat lainnya. Waktu begitu cepat berlalu. Waktu terus bergerak, tetiba berada di bulan Rabi’ul akhir, terus Rajab, sebentar lagi bulan sya’ban, tak lama lagi bulan suci Ramadhan.

Mari kita tafakkuri perjalanan hidup kita, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun.

Hari ini kita berjamaah untuk beruku’ dan bersujud, menghadap Allah Rabbul ‘Izzati, sambil menghitung-hitung kekayaan ruhaniyah yang kita peroleh selama ini.

Kita tidak tahu apakah pada hari Jumat mendatang kita masih dapat shalat jumat berjamaah. Bahkan apakah besok pagi kita masih bisa shalat berjamaah di tempat ini atau tempat lain.

Lima kali sehari kita laksanakan shalat wajib. Namun kita tidak tahu apakah kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakan shalat pada hari-hari berikutnya. Karena itu kita patut bertanya : “Apakah shalat kita telah berbuah?”

اُتۡلُ مَاۤ اُوۡحِىَ اِلَيۡكَ مِنَ الۡكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ ​ؕ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنۡهٰى عَنِ الۡفَحۡشَآءِ وَالۡمُنۡكَرِ​ؕ وَلَذِكۡرُ اللّٰهِ اَكۡبَرُ ​ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُوۡنَ‏ ٤٥

Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (qs. Al-‘ankabut[29]: 45

 

Apakah shalat kita telah mampu menghentikan kita dari berbuat keji? Apakah shalat kita telah mampu menghentikan kita dari perbuatan menggunjing orang lain? Apakah shalat kita telah mampu mendorong kita menjadi dermawan, saling menyayangi, saling membantu dalam kebajikan terhadap sesama?

Sampai dimanakah shalat kita dapat membuahkan qalbu atau hati yang tenang, tidak resah dan tidak dzalim? Dan sampai di manakah shalat kita dapat menumbuhkan iman yang kokoh?

Allah swt berfirman dalam al Qur’an surat al-Mu’minun (23): 1-5 :

 قَدۡ اَفۡلَحَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَۙ‏ ١ الَّذِيۡنَ هُمۡ فِىۡ صَلَاتِهِمۡ خَاشِعُوۡنَ ۙ‏ ٢ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ عَنِ اللَّغۡوِ مُعۡرِضُوۡنَۙ‏ ٣ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوۡنَۙ‏ ٤ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ لِفُرُوۡجِهِمۡ حٰفِظُوۡنَۙ‏ ٥

Beruntunglah orang-orang yang beriuman. Yaitu orang-orang yang khusus’ dalam shalatnya. Yang menjauhkan dirinya dari (perkataan dan perbuatan) yang tidak berguna (sia-sia). Orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya.

 

Sampai batas-batas tertentu, mungkin kita telah mencapai tahapan yang digambarkan dalam oleh al-Qur’an tersebut. Sewaktu-waktu kita dapat melaksanakan shalat secara khusu’. Sewaktu-waktu mampu menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna. Sewaktu-waktu kita telah mampu menunaikan zakat, membantu sesama umat manusia. Sewaktu-waktu pula kita telah mampu mengendalikan dorongan nafsu seksual, sehingga terbebas dari kemaksiatan.

Kalaulah kita baru sewaktu-waktu mampu melaksanakan perbuatan manusia beriman, apakah tidak berarti sewaktu-waktu pula kita bisa melakukan perbuatan orang tidak beriman? Na’udzubillahi min dzalik. Peluang itu selalu ada karena setan akan terus menggoda manusia sepanjang hayatnya. Oleh karena itu kita terus berikhtiar agar bisa istiqamah dalam beramal shaleh sehingga iman dan taqwa kita terus meningkat.

Gambaran orang yang bertaqwa sebagaimana dinyatakan Allah dalam al-Qur’an surat Ali ‘Imran (3): 133-135

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ 

[3:133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

[3:134] (yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang mampu menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ 

[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

 

Marilah kita senantiasa tafakur, merenung dengan ingat pesan Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu :

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَزِنُوها قَبْلَ أَنْ تُوزَنُوا، وَتَأهَّبُوا لِلْعَرْضِ الْأَكْبَرِ

 “Hendaklah kalian menghisab diri kalian sebelum kalian dihisab, dan hendaklah kalian menimbang diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal.”

 

Sudah sampai di mana tahap dan kadar iman serta taqwa kita kepada Allah swt? Sudah sampai di mana cinta kepada Allah swt. dibandingkan dengan cinta kepada selain Allah? Seberapa jauh kehadiran kita bermanfaat bagi sesama manusia? Sudah sampai di manakah kita mampu hidup harmonis sebagai individu dan anggota masyarakat di Negara yang warganya beraneka suku, agama, karakter dan warna kulit yang berbeda-beda?

 

Mari kita tanyakan pada diri ini : Manfaat apa yang bisa diambil oleh sesama manusia karena kehadiran kita? Apa manfaat kehadiran kita dalam keluarga, dan lingkungan bertetangga, atau kehadiran kita di lingkungan masjid, di kantor dan di tempat-tempat lain?

Al-Qur’an berbicara tentang seluruh aspek kehidupan. Hampir seratusan ayat diantaranya tentang manusia, tentang kualitas manusia.

Oleh karena itu, setiap kali kita bertemu di hari Jumat, kita diingatkan tentang kualitas diri kita, peningkatan kualitas ketaqwaan kita agar terus meningkat. Mari kita targetkan perubahan dan peningkatan diri pada setiap kita shalat, dan setiap kali kita mengikuti dan menjalankan shalat Jumat. Semoga kita termasuk hamba Allah yang dikasihi-Nya.

Insya Allah hidup seharian kita akan dinilai Allah swt sebagai ibadah. Kita upayakan agar kita selalu mengisi hidup ini dengan penuh ibadah.  Sepanjang hari, kita isi dengan beribadah. 

Agar segala kegiatan kita bernilai dan berbobot ibadah, setiap kali kali akan memulai segala aktivitas,  ketika bertugas melaksanakan kewajiban, termasuk  mencari nafkah untuk anak istri dan keluarga, niatkanlah selalu dalam hati dengan ikhlas hanya karena Allah, untuk memenuhi perintah Allah, sesuai ketentuan Allah, hanya mengharap ridla Allah, bahwa kita bertugas melaksanakan kewajiban, memulai segala sesuatu dengan ucapan Bismillahirrahmaanirrahiim. Dan diakhiri dengan Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

 

Mudah-mudahan Allah swt memberikan kemudahan kepada kita dalam segala urusan dan upaya memakmurkan umur kita, semata-mata untuk mendapat barakah dan ridla Allah swt.

 -----

Barakallahu lii walakum bil ayati wa dzikril hakim. Wa taqqabal minni wa minkum tilawatahu innahu huwassami’ul ‘aliim.

A’udzubillahi minasy-syaithanirrajim. Bismillahirrahmanirrahiim.

Wal ‘ashr. Innal insaana lafi husrin . illalladziina aamanu wa ‘amilush-shalihati watawa saubil haqqi wa tawa saubish-shobbr.

Waqur rabbighfir warham wa anta khairurrahimiin.

 

Comments

Popular posts from this blog

No Comment

Sebuah mobil lawas, jenis  Colt Station berwarna putih itu sudah semingguan terparkir di pinggir jalan di sebelah barat kampung saya.  Kendaraan itu menarik perhatian setiap orang yang melihatnya lantaran di body -nya ada tulisan “No Comment” cukup besar berwarna merah. Saya tidak tahu siapa pemilik mobil itu. Saya mau nanya tetangga, sepertinya terpengaruh tulisan di body mobil "No Comment" yang artinya, "tidak ada komentar" atau "malas komen"   atau "ngga mau komentar"   atau sejenisnya. "Kalau saya nanya, jangan-jangan nanti dijawab No Comment," pikir saya ragu. Sebenarnya saya pengin tahu maksud atau alasan pemiliknya memberi lebel mobilnya dengan kalimat aneh itu. *** Saya jadi ingat zaman Orde Baru dulu, kalimat itu sangat populer di kalangan pejabat pemerintahan atau militer ketika berhadapan dengan wartawan.    Waktu itu tidak sembarangan pejabat boleh memberikan keterangan kepada wartawan at...

Pesan Asmara Seorang Pengamen

Wulan Action  Wulan, wanita berusia 54 tahun itu terus menyusuri jalanan kampung. Ia tak menghiraukan terik mentari yang membakar tubuh mungilnya. Peluh keringat berleleran menghapus bedak dan gincu di wajahnya. Dengan senyum yang selalu tersungging dibibirnya, ia berhenti di depan setiap rumah yang dilaluinya.   Dengan memainkan alat musik “Bas Betot” sederhana, berupa kotak papan kayu dilengkapi karet ban dalam  sepeda yang berfungsi sebagai dawai pada gitar, ia dendangkan lagu-lagu Jawa Campursari.  Suara emas Wulan yang berpadu dengan “bas betot” dan ketipak-ketipuk dari kotak yang dipukulnya, melahirkan musik yang indah. Uang receh senilai seratus duaratus rupiah pun diterima dari setiap penghuni rumah. Itulah Wulan, pengamen tradisional kelas kampung yang kini masih bertahan. Wulan adalah pengamen jalanan yang tetap bertahan ditengah kerasnya perjuangan hidup. Profesi ini dijalaninya demi mempertahankan biduk rumah tangga dengan kondisi yang me...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

Meluruskan Peran Siti Rahmani “Ini Budi”

Siti Rahmani Rauf. (Sumber foto: Google Image) Informasi atas meninggalnya Siti Rahmani Rauf yang diberitakan sebagai penyusun buku “Ini Budi” pertama kali saya peroleh dari seorang teman melalui WhatsApp (WA) Group flpsoloraya.com, Rabu (11/5/2016) sekitar pukul 14.30. Info itu berbunyi : Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun. Telah wafat tadi malam Selasa10 Mei 2016 pkl. 21.20 WIB Ibu Siti Rahmani Rauf di usia 96 thn. Almarhumah adalah penyusun buku belajar membaca *_"Ini Budi"..._* Beliau adalah pahlawan kita utk bisa membaca dan menulis WA / SMS hari ini. Semoga almarhumah husnul khotimah. Di bawah tulisan tersebut disertakan sebuah foto Siti Rahmani Rauf dengan latarbelakang salah satu karyanya. Tanpa berpikir panjang informasi itu langsung saya sebar melalui WA Group One Day One Post (ODOP)-2. Informasi itu mendapat respon luar biasa dari teman-teman anggota ODOP. Bahkan anggota ODOP asal Bandung, Nychken Gilang Bedy Setiawan, langsung meny...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 10 )

sumber foto : google image Hari ini, pergulatan batin dan emosi ratusan manusia yang diguncang oleh sebuah misteri memasuki titik klimaks. Pukul tujuh pagi orang-orang yang sudah kehilangan akal sehat itu terlihat lalu-lalang dan berdesakan memadati setiap sudut pekarangan rumah Suto. Mereka ingin menyaksikan anggota Tim SAR yang turun ke dasar sumur, dan menanti apa yang akan terjadi dengan aksi itu. Puluhan personil kepolisian terpaksa membuat pagar betis untuk mencegah warga merangsek ke dekat bibir sumur. Sementara Suto sendiri hanya mematung dan termangu di teras rumah. Raut wajah Suto tampak tegang. Pandangan matanya menatap tajam ke arah kerumunan orang. “Pak, masuk. Nggak enak dilihat orang,” istrinya merayu. Suto diam membisu seakan tak mendengar apa pun, termasuk suara gaduh dan bising di sekitarnya. Istri yang sering   bingung dengan sikap suaminya itu, kembali masuk rumah untuk menemani mertua dan anak gadisnya. Dua orang anggota Tim SAR berpakai...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Bukan Halusinasi ( Bag. 1 )

Tengah malam yang dingin itu telah menyirep seluruh penghuni kampung Randu. Mereka lelap dalam tidur berselimut sepi, menikmati mimpinya masing-masing. Namun   tidak bagi Suto.   Lelaki paroh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani kecil ini mendadak terbangun oleh suara ketukan pintu belakang di ruang dapurnya. Sebenarnya lelaki kurus ini enggan beranjak bangun dari tempat tidurnya. Badan Suto kurang sehat lantaran kemarin kehujanan saat berada di sawah. Tetapi karena pintu itu seperti didorong-dorong oleh seseorang, ia akhirnya bangun juga. Ia tak langsung berdiri. Sembari mengusap-usap kedua matanya, diambilnya  lampu senter yang selalu ditaruh di bawah bantal. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu belakang. Tanpa pikir panjang, dibukanya pintu. Sementara isterinya, Poni, dan seorang anak perempuannya, Yani  yang berumur lima belas tahun, tetap tidur nyenyak. Setelah pintu terbuka, ia keluar rumah. Dengan hati-hati ia melihat ke kanan...