Skip to main content

Orang Asing Yang Saya Kenal (Bag.5)


Bukti Cinta Selina

Oleh : Suparto

Selina memainkan musik Kulintang 
Pada tulisan yang lalu, saya ceritakan tentang seorang gadis Jerman bernama Selina yang menyatakan kecintaannya pada Indonesia. Salah satu keinginannya adalah bisa mengelilingi Indonesia untuk membuktikan cintanya kepada Indonesia. Dan, ternyata, ucapan itu dibuktikan gadis berambut pirang bernama lengkap Selina Denise Trapp ini. Berikut catatan saya tentang Selina yang menuturkan kisah perjalanannya itu.

*****
Setelah memiliki banyak referensi yang didapatkan dari browshing di internet, membaca buku-buku tentang peta dan kekayaan Indonesia serta bertanya kepada banyak orang, kini hati Selina telah mantap untuk merealisasikan cita-citanya. Cita-cita yang disebutnya sebagai bukti cinta.

“Jeda mengajar di bulan Desember, saya gunakan untuk mulai perjalanan panjang mengelilingi Indonesia, seorang diri. Saya mulai dengan mengunjungi kota Bandung Jawa Barat. Dari Gemolong Sragen, saya numpang bus menuju Solo untuk kemudian naik Kereta Api jurusan Bandung." Selina mengisahkan.

“Di ibukota Provinsi Jawa Barat ini, saya memanfaatkan waktu empat hari untuk sebanyak mungkin mengetahui tentang budaya Sunda. Saya saksikan tarian sunda, pernikahan suku sunda, dan mencoba memainkan musik Angklung serta menikmati pagelaran seni Wayang golek. Saya juga melihat Pabrik pesawat terbang yang dirintis mantan Presiden RI, BJ. Habibie. Nama Pak Habibie sudah sangat terkenal di negeri kami, Jerman.”

Wayang Golek 
Tak ketinggalan, Selina menyempatkan diri berkunjung ke tempat wisata alam Danau Tangkuban Perahu, serta berbelanja di Cibaduyut, sentra pedagang sepatu, tas, dan  sandal kulit.

Dari Bandung ia naik bus ke Jakarta, untuk menikmati suasana ibukota Republik Indonesia.  Di sini, Selina mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tempat orang bisa menyaksikan miniature Indonesia dengan segala macam ragam budayanya. Di TMII, Selina mengamati dengan seksama model  wayang golek, wayang orang, wayang kulit, dan wayang cina.

Masjid Istiqlal yang menjadi kebanggaan masyarakat Muslim Indonesia tak luput dari perhatian Selina. Ia pun menelusuri jejak sejarah Indonesia melalui pengamatannya di Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian mencoba jalan-jalan di Kota tua Jakarta yang masih menyisakan puluhan bangunan peninggalan pemerintahan  Hindia Belanda.

Dari Jakarta naik pesawat ke Bengkulu. Di kota ini, Selina mengikuti kegiatan di pusat konservasi Gajah selama beberapa hari. Ia mempelajari perilaku gajah, mengamati dan ikut terlibat memelihara gajah, dan belajar menjinakkannya.  Mulai dari memandikan, membersihkan kotoran, memberi makan, minum,  ia lakoni. Selina mencoba memberi aba-aba dengan isyarat seperti yang dilatihkan sang pawang. Misalnya memberi aba-aba untuk duduk, berdiri, turun, naik, angkat kaki tinggi, diam dan lain-lain.

Selina berenang bersama gajah
Ketika menyeberang sungai bersama gajah, ia merasakan sesuatu yang luar biasa. Ia baru tahu, ternyata, gajah yang dinaikinya pandai berenang. Selama ini yang ia tahu, gajah tidak bisa berenang lantaran badannya besar. Bersama gajah, menyusuri jalan di hutan, terlihat banyak kera, babi, burung rajawali.

Selesai bergulat dengan kehidupan gajah di Bengkulu, perjalanan dilanjutkan ke Medan, Sumatera Utara. Selina kagum dengan Masjid Raya Baiturrahman yang megah dan indah itu. Selama di pulau Sumatera, Selina menjelajahi berbagai kota dan desa untuk melihat kekayaan budaya dan alam di sana.

Selina dengan pakaian adat Batak
Ia pergi ke Danau Toba, Pulau Samosir, Pantai Lawang, ke Brastagi, Prapat, Bukit Tinggi, Pulau Bakung, dan lain-lain. Tak ketinggalan, ia amati adat suku Batak, rumah Batak dan pakaian Batak.

Dari Sumatera. Selina terbang ke Bali, dan tinggal di pulau Dewata ini selama empat hari.

“Maaf Pak. Waktunya terlalu singkat untuk menceritakan semua pengalaman saya mengunjungi berbagai tempat di Indonesia. Indonesia terlalu indah,” ujar Selina. 

- bersambung - 


#OneDayOnePost



Comments

  1. Di Bandung pasti Selena ke Saung angklung Udjo. Hehe, eh Selena cantik Pak
    hehe

    ReplyDelete
  2. Kalah sama selina yg sdh keliling indonesia

    ReplyDelete
  3. Kalah sama selina yg sdh keliling indonesia

    ReplyDelete
  4. Waahhh .... Selina luar biasa.. Jd pengen ikut denger ceritanya langsung nih...

    ReplyDelete
  5. Selena keren banget. Kita aja yg orang indonesia blm mengelilingi tanah kelahiran kita yah.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

No Comment

Sebuah mobil lawas, jenis  Colt Station berwarna putih itu sudah semingguan terparkir di pinggir jalan di sebelah barat kampung saya.  Kendaraan itu menarik perhatian setiap orang yang melihatnya lantaran di body -nya ada tulisan “No Comment” cukup besar berwarna merah. Saya tidak tahu siapa pemilik mobil itu. Saya mau nanya tetangga, sepertinya terpengaruh tulisan di body mobil "No Comment" yang artinya, "tidak ada komentar" atau "malas komen"   atau "ngga mau komentar"   atau sejenisnya. "Kalau saya nanya, jangan-jangan nanti dijawab No Comment," pikir saya ragu. Sebenarnya saya pengin tahu maksud atau alasan pemiliknya memberi lebel mobilnya dengan kalimat aneh itu. *** Saya jadi ingat zaman Orde Baru dulu, kalimat itu sangat populer di kalangan pejabat pemerintahan atau militer ketika berhadapan dengan wartawan.    Waktu itu tidak sembarangan pejabat boleh memberikan keterangan kepada wartawan at...

Pesan Asmara Seorang Pengamen

Wulan Action  Wulan, wanita berusia 54 tahun itu terus menyusuri jalanan kampung. Ia tak menghiraukan terik mentari yang membakar tubuh mungilnya. Peluh keringat berleleran menghapus bedak dan gincu di wajahnya. Dengan senyum yang selalu tersungging dibibirnya, ia berhenti di depan setiap rumah yang dilaluinya.   Dengan memainkan alat musik “Bas Betot” sederhana, berupa kotak papan kayu dilengkapi karet ban dalam  sepeda yang berfungsi sebagai dawai pada gitar, ia dendangkan lagu-lagu Jawa Campursari.  Suara emas Wulan yang berpadu dengan “bas betot” dan ketipak-ketipuk dari kotak yang dipukulnya, melahirkan musik yang indah. Uang receh senilai seratus duaratus rupiah pun diterima dari setiap penghuni rumah. Itulah Wulan, pengamen tradisional kelas kampung yang kini masih bertahan. Wulan adalah pengamen jalanan yang tetap bertahan ditengah kerasnya perjuangan hidup. Profesi ini dijalaninya demi mempertahankan biduk rumah tangga dengan kondisi yang me...

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

Salah satu rangkaian adat Jawa setelah melangsungkan resepsi pernikahan adalah, keluarga temanten perempuan memboyong kedua mempelai kepada keluarga orangtua mempelai laki-laki (besan).  Sebelum masuk rumah keluarga besan, diadakan acara “Atur Pasrah” dari keluarga mempelai perempuan, dan “Atur Panampi” dari keluarga besan. Berikut adalah tuladha (contoh) sederhana “Atur Pasrah” yang saya susun dan laksanakan. *** Assalamu ‘alaikum Wr.Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Al-hamdu lillahi rabbil ‘alamin. * Para sesepuh pinisepuh ingkang dahat kinabekten ** Panjenenganipun Bp.Waluyo dalasan Ibu Sumarni ingkang kinurmatan *** P ara rawuh kakung putri ingkang bagya mulya . Kanti  ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Gusti Ingkang Moho Agung. Sowan kula mriki dipun saroyo dening panjenenganipun Bapa Haji Supriyadi, S.Pd dalasan Ibu Hajah Lasmi ingkang pidalem wonten Plumbungan Indah RT.27/RW.08 Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen, kepar...

ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN KAKUNG

Assalamu 'alaikum wr.wb. - Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten. -Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. -Panjenenganipun  Bapa ………………..        minangka sulih sarira  saking  Bapa BUDI PRANOTO, S.Pd sekalian Ibu KUN MARYATI, S.Pd. ingkang tuhu kula kurmati. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng ALLAH SWT., Gusti Ingkang Maha Kawasa, kula minangka sulih salira saking panjenenganipun Bp. Haji SUDARNO, S.Sos  sekalian Ibu Hajah CIPTANTI DWI PRIYANTINI, S.Pd keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah temanten kakung. Ingkang sepisan , kula minangka sulih sarira Bapa Haji SUDARNO,S.Sos sekalian,dalasan sedaya kulawarga ngaturaken pambagya sugeng sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bapa BUDI PRANOTO,S.Pd sekalian dalasan sedaya panderek. Kaping kalih , menggah salam taklim Bp-Ibu BUDI  lumantar panjenengan, sampun katampi, dhawah sami-2, kanthi-atur wa'ala...

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

Pada rangkaian acara resepsi pernikahan, keluarga yang mempunyai hajat (punya kerja), berkewajiban menyampaikan sambutan (tanggap wacana) selamat datang kepada seluruh hadirin. Dalam tatacara resepsi adat Jawa disebut Atur Pambagya Harja, atau atur pambagya wilujeng. Dalam sambutan ini, orang yang punya kerja akan mewakilkan kepada orang tertentu yang ditunjuk, biasanya ketua RT/RW, atau orang yang dituakan di lingkungannya. Nah, ketika menjadi ketua RT, saya pernah mendapat tugas untuk menyampaikan pidato (tanggap wacana) tersebut. ****** Berikut contoh / tuladha atur pambagya harja yang pernah saya sampaikan…. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. -        Para Sesepuh Pinisepuh, ingkang satuhu kula bekteni -        Para Rawuh Kakung sumawana putri ingkang kinurmatan Sakderengipun kula matur menggah wigatosing sedya wonten kelenggahan punika, sumangga panjenengan sedaya kula derek-aken ngunjuk-aken ra...

Meluruskan Peran Siti Rahmani “Ini Budi”

Siti Rahmani Rauf. (Sumber foto: Google Image) Informasi atas meninggalnya Siti Rahmani Rauf yang diberitakan sebagai penyusun buku “Ini Budi” pertama kali saya peroleh dari seorang teman melalui WhatsApp (WA) Group flpsoloraya.com, Rabu (11/5/2016) sekitar pukul 14.30. Info itu berbunyi : Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun. Telah wafat tadi malam Selasa10 Mei 2016 pkl. 21.20 WIB Ibu Siti Rahmani Rauf di usia 96 thn. Almarhumah adalah penyusun buku belajar membaca *_"Ini Budi"..._* Beliau adalah pahlawan kita utk bisa membaca dan menulis WA / SMS hari ini. Semoga almarhumah husnul khotimah. Di bawah tulisan tersebut disertakan sebuah foto Siti Rahmani Rauf dengan latarbelakang salah satu karyanya. Tanpa berpikir panjang informasi itu langsung saya sebar melalui WA Group One Day One Post (ODOP)-2. Informasi itu mendapat respon luar biasa dari teman-teman anggota ODOP. Bahkan anggota ODOP asal Bandung, Nychken Gilang Bedy Setiawan, langsung meny...

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Setelah dua kali mendapat mandat menjadi ‘talanging basa’ atau juru bicara untuk menyampaikan dan menerima ‘lamaran’ atau pinangan, dikesempatan lain ternyata saya ‘dipaksa’ lagi menjalani tugas untuk urusan adat Jawa. Kali ini, saya diminta salah satu keluarga untuk menjadi juru bicara ‘atur pasrah calon temanten kakung’ - pasrah calon mempelai pria, kepada calon besan menjelang acara ijab qabul. Permintaan tersebut saya jalani, meski, sekali lagi, dengan cara yang amat sederhana dan apa adanya. Pengetahuan dan pengalaman yang sangat minim tidak menghalangi saya untuk melaksanakan tugas tersebut sebagai bagian dari pengabdian di tengah masyarakat. ****** Berikut contoh atau tuladha apa yang saya sampaikan tersebut. Assalamu 'alaikum wr.wb. ·           *** Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.      *** Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang kinurmatan. ·          *** Pan...

Bukan Halusinasi ( Bag. 10 )

sumber foto : google image Hari ini, pergulatan batin dan emosi ratusan manusia yang diguncang oleh sebuah misteri memasuki titik klimaks. Pukul tujuh pagi orang-orang yang sudah kehilangan akal sehat itu terlihat lalu-lalang dan berdesakan memadati setiap sudut pekarangan rumah Suto. Mereka ingin menyaksikan anggota Tim SAR yang turun ke dasar sumur, dan menanti apa yang akan terjadi dengan aksi itu. Puluhan personil kepolisian terpaksa membuat pagar betis untuk mencegah warga merangsek ke dekat bibir sumur. Sementara Suto sendiri hanya mematung dan termangu di teras rumah. Raut wajah Suto tampak tegang. Pandangan matanya menatap tajam ke arah kerumunan orang. “Pak, masuk. Nggak enak dilihat orang,” istrinya merayu. Suto diam membisu seakan tak mendengar apa pun, termasuk suara gaduh dan bising di sekitarnya. Istri yang sering   bingung dengan sikap suaminya itu, kembali masuk rumah untuk menemani mertua dan anak gadisnya. Dua orang anggota Tim SAR berpakai...

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Bp-Ibu Bambang Sutopo  Assalamu'alaikum wrwb. 1.      Para Sesepuh-Pinisepuh ingkang dahat kinabekten.. 2.      Panjenenganipun Bapa Suwardi minangka sulih sarira saking Bapa Gito Suwarno-Ibu Tuginem, ingkang tuhu kinurmatan. 3.      Para Rawuh kakung sumawana putri ingkang bagya mulya. Kanthi ngonjukaken raos syukur dhumateng Allah SWT - Gusti Ingkang Maha Agung, kula minangka talanging basa saking panjenenganipun Bp. Bambang Sutopo, S.Pd,  sekalian Ibu Jari, keparenga tumanggap atur menggah paring pangandikan pasrah saking kulawarga Bapa Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem. Ingkang sepisan , kula minangkani punapa ingkang dados kersanipun Bapa Bambang Sutopo sekalian dalasan sedaya kulawarga, ngaturaken pambagya sugeng ing sarawuh panjenengan minangka Dhuta Saraya Pasrah saking Bp Gito Suwarno sekalian Ibu Tuginem-sapendherek,  ingkang pidalem w onten ing   Dukuh Jenggrik,...

Bukan Halusinasi ( Bag. 1 )

Tengah malam yang dingin itu telah menyirep seluruh penghuni kampung Randu. Mereka lelap dalam tidur berselimut sepi, menikmati mimpinya masing-masing. Namun   tidak bagi Suto.   Lelaki paroh baya yang sehari-hari bekerja sebagai petani kecil ini mendadak terbangun oleh suara ketukan pintu belakang di ruang dapurnya. Sebenarnya lelaki kurus ini enggan beranjak bangun dari tempat tidurnya. Badan Suto kurang sehat lantaran kemarin kehujanan saat berada di sawah. Tetapi karena pintu itu seperti didorong-dorong oleh seseorang, ia akhirnya bangun juga. Ia tak langsung berdiri. Sembari mengusap-usap kedua matanya, diambilnya  lampu senter yang selalu ditaruh di bawah bantal. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu belakang. Tanpa pikir panjang, dibukanya pintu. Sementara isterinya, Poni, dan seorang anak perempuannya, Yani  yang berumur lima belas tahun, tetap tidur nyenyak. Setelah pintu terbuka, ia keluar rumah. Dengan hati-hati ia melihat ke kanan...