Skip to main content

Posts

75 Tahun PMI : Solidaritas Untuk Kemanusiaan

  Hari ini, 17 September 2020, Palang Merah Indonesia (PMI) merayakan ulang tahun yang ke-75 denga mengusung tema “Solidaritas Untuk Kemanusiaan.”   Ketua Umum PMI Jusuf Kalla (JK) saat mengikuti peringatan HUT PMI ke-75 secara virtual di Markas PMI, Jakarta, Kamis (17/9/2020) mengatakan, kepercayaan masyarakat merupakan kunci keberhasilan upaya PMI dalam membantu mengatasi berbagai masalah kemanusiaan di Indonesia dan dunia.   "PMI pada dasarnya berada di tengah antara tangan di atas dan tangan di bawah," kata JK   Ia mengatakan untuk menjalankan fungsinya, PMI membutuhkan bantuan dan kerja sama dari masyarakat yang mampu untuk meneruskan dan melaksanakan upaya-upaya kemanusiaan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan.   Oleh karena itu, kunci kemajuan dan keberadaan palang merah, menurut dia, adalah kepercayaan masyarakat dan keberhasilan upaya kemanusiaan yang dijalankan.   JK mengatakan PMI hadir di setiap permasalahan kemanusiaa...

COVID-19 DI SRAGEN MAKIN MENGGILA

  Berikut Update persebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sragen, Jumat, 4 September 2020 pukul 15:00 WIB berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. 📝 Terdapat, penambahan 51 orang terkonfirmasi positif Covid-19 : 1. SLP (L, 3 thn) Kec. Gondang. Hasil tracing dari pasien konfirm Ny. M  2. T (L, 62 thn) Kec. Kedawung. Hasil tracing dari pasien konfirm AS (Kedawung) 3. DAW (L, 31 thn) Kec. Kedawung. Hasil tracing dari pasien konfirm AS (Kedawung) 4. KI (L, 33 thn) Kec. Kedawung. Hasil tracing dari pasien konfirm AS (Kedawung) 5. S (L, 24 thn) Kec. Kedawung. Hasil tracing dari pasien konfirm AS (Kedawung) 6. MH (L, 56 thn) Kec. Kedawung. Hasil tracing dari pasien konfirm AS (Kedawung) 7. KAS (L, 17 thn) Kec. Kedawung. Hasil tracing dari pasien konfirm AS (Kedawung) 8. S (L, 41 thn) Kec. Kalijambe. Hasil tracing dari pasien konfirm SP (Kalijambe) 9. T (P, 77 thn) Kec. Kalijambe. Hasil tracing dari pasien konfirm SP (Kalijambe) 10. LEP (P, 14 thn) Kec. Kalijambe. Hasi...

SEJATINING SEPUH

  MAKNA TUA Disunting dari karya KGPAA Mangkunegara IV.  Dados sepuh punika prekawis ingkang sok boten gampil.  Tuwa  ateges ngenteni me- tu- ne nya- wa. Malah wonten ingkang sampun pikun lan kathah kesupenipun.  Pramila, sanadyan sampun sepuh/adiyuswo, kedah ngudi supados boten ngantos kekirangan pangertosan. Tiyang sepuh ingkang kirang pangertosan, saged dhawah ing kawontenan ekstrim kalih , inggih punika, Ingkang sepisan : Rumaos wis tuwa, ateges wis gerang (segere arang²), wis loyo, wis lara²nen, wis ora bisa apa², wis ora duwe apa² lan wis dudu apa² maneh . Tiyang sepuh ingkang mekaten rumaos sepi, sepa, lir sepah lan samun . Sepi, tegesipun ngrumaosi tanpa kanca tanpa kanthi , utawi ngrumaosi namung gesang piyambakan.  Sepa, tegesipun gesang mboten ngraosaken sakeca , dhahar ngunjuk boten kraos eca, lenggah, tindak, sare, inggih boten kraos sakeca. Sepah, tegesipun rumaos kados sampah tanpa wonten ginanipun ing bebrayan. Samun, tegesipun rumaos ta...

Buang Jauh Luka Emosional Anda

"Orang bijaksana tidak pernah duduk meratapi kegagalannya, tetapi dengan gembira hati dia mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritanya."            -Shakespear Ada kejadian, seseorang mengalami kecelakaan yang tidak terlalu berat, mengakibatkan luka fisik pada bagian wajahnya. Akibat luka fisik tersebut membuat dirinya merasa malu, takut bercermin atau berinteraksi dengan orang lain. Dia bahkan menarik diri dari kehidupan masyarakat dan menutup diri.  Padahal, luka fisik itu sebenarnya bisa disembuhkan dan pulih kembali. Luka fisik itu lebih mudah disembuhkan! Bagaimana dengan luka emosional?  Luka  emosional lebih menyakitkan!   Anda tidak dapat melihatnya, tidak  dapat merabanya, tetapi ia dapat membuat perut keroncongan dan hati berdebar. Tidak ada bukti keberadaannya, tapi ia dapat menimbulkan rasa pusing, mual, insomnia, serangan jantung, gangguan pencernaan, bahkan stres dan depresi.  Ia lebih dala...

Keistimewaan Puasa 'Asyura

Hari Sabtu, 29 Agustus 2020 ini bertepatan dengan tanggal 10 Muharram 1442 Hijriyah, umat Islam disunnahkan melaksanakan puasa 'Asyura.  Keistimewaan puasa ‘Asyura, diantaranya adalah; 1- Menghapus dosa satu tahun yang lalu. Rasulullah bersabda: "Puasa ‘Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." HR.Muslim: 1162 Imam an-Nawawi berkata: “Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar”. Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279 2-Nabi sangat bersemangat untuk berpuasa pada hari itu. Ibnu Abbas berkata: Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari ‘Asyura dan puasa bulan Ramadhan. HR.Bukhari: 2006, Muslim: 1132 3-Hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil. Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa 'Asyura. Nabi bertanya: “Puasa apa ...

PERSEBARAN COVID-19 DI SRAGEN MENGKHAWATIRKAN

Persebaran Covid-19 di Sragen ternyata masih mengkhawatirkan! 💕 Berikut Update persebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sragen, per hari ini Rabu, 26 Agustus 2020 pukul 15:00 WIB berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen. 📝Terdapat, penambahan 14 orang terkonfirmasi positif covid-19 : 1. H (L, 52 tahun) Kec. Kedawung. H merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm BAW (Kedawung) 2. WH (P, 37 tahun) Kec. Gemolong. WH merupakan nakes RS Swasta Sragen. Sudah dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo karena post partum (pendarahan pasca melahirkan). 3. S (P, 70 tahun) Kec. Sambirejo. S merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm S (Sambirejo) 4. H (L, 61 tahun) Kec. Sragen. H merupakan nakes RS Swasta Sragen. 5. N (P, 80 tahun) Kec. Sragen. N merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm DPP (Sragen). 6. RJSA (L, 10 tahun) Kec. Sragen. RJSA merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm S (Sragen). 7. AS (P,...

HIJRAH

  Momentum menyambut tahun baru hijrah 1442 ini hendaknya kita maknai sebagai sarana untuk melakukan perubahan diri secara maksimal dalam menyempurnakan iman dan ketakwaan kepada Allah. Peralihan tahun harus kita jadikan sebagai momen untuk melihat kembali catatan yang mewarnai perjalanan hidup masa lalu, dengan melakukan renungan atas apa yang telah kita perbuat. Secara filosofis, renungan dan evaluasi untuk melihat catatan perjalanan hidup bukan hanya dilakukan pada saat pergantian tahun, namun harus dilakukan setiap hari, sepanjang hayat. Seperti diungkapkan dalam Qur’an Surat Al-Hasyr [59] : 18 Allah menegaskan, “Hai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah,dan setiap diri hendaklah selalu melihat apa yang telah dikerjakan untuk hari esuk. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha teliti serta Maha Mendengar.” Saat ini kita perlu mengejawantahkan hijrah dalam konteks yang lebih luas. Makna hijrah dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks kehidupan....