Skip to main content

Posts

Hidup Sehat dan Bermanfaat Melalui Donor Darah

Alhamdulillah. Hari ini saya bisa donor darah yang ke-95. Dalam setiap doa sehabis Sholat, saya sering selipkan permohonan agar dikaruniai hidup yang sehat dan bermanfaat. InsyaAllah, melalui donor darah sukarela, saya merasakan hidup ini menjadi sehat sekaligus bermanfaat. Berikut ini sedikit penjelasannya. 1. Sehat Untuk bisa diambil darah tiap tiga bulan sekali harus melalui beberapa tahapan pemeriksaan fisik. Mulai dari tekanan darah (tensi), hemoglobin (hb) dan kondisi tubuh lainnya harus normal. Setelah disedot dari tubuh pendonor,  darah tidak bisa langsung dipakai oleh orang yang membutuhkan,  tetapi harus melalui proses lagi. Darah akan diperiksa lagi dengan perlengkapan yang sudah standar medis. Setiap darah yang didonorkan setidaknya akan melalui 13 pemeriksaan, 11 diantaranya untuk penyakit infeksi. Yang lain diantaranya HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dan sebagainya. Jika ditemukan indikasi penyakit berbahaya, misalnya hepatitis atau HIV, m...

Matra dan Disdikbud Sragen Bantu Korban Kebakaran Kantin SMPN1 Gesi

Kepala Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK), Nunuk Sri Rejeki, bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Firdaus, Selasa (6/11/2018) meninjau lokasi bekas kebakaran yang menghanguskan rumah penjaga dan kantin SMPN1 Gesi. Dalam kesempatan tersebut Nunuk menyerahkan bantuan dana Matra Rp. 5 Juta, sedangkan Firdaus juga menyerahkan bantuan dari Disdikbud sebesar Rp. 5 Juta. Bantuan diterima Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN1 Gesi, Dwi Yarsono. Bantuan ini dimaksudkan untuk mendukung pembangunan kembali kantin sekaligus rumah penjaga sekolah yang terbakar habis pada Senin (22/10/2018). Dengan bantuan dana ini, baik Nunuk maupun Firdaus berpesan kepada Dwi Yarsono untuk segera membangun kembali kantin tersebut karena keberadaannya sangat penting bagi sekolahan. Setelah mendapatkan bantuan, pihak sekolah langsung membentuk tim yang diketuai Sugito, Wakasek Bidang Humas, dibantu Sugiyanto bagian Saspras, Sri Widayati (benda...

Dorongan Meningkatkan Ilmu dan Mendalaminya

Turunnya ayat Al Quran yang pertama sebagaimana tercantum didalam Surat Al 'Alaq :1, "Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan", mengandung pelajaran dan makna yang tak terhingga. Dari firman-Nya, Iqra' (Bacalah)- yang merupakan kata perintah dari kata kerja qara-a- dipahami sebuah perintah yang pasti dan tegas untuk membaca, sekaligus anjuran untuk mempelajari dan mengajarkannya. Kemudian ada perintah lain di dalam Al Quran yang menguatkan perkara ini dan berisi anjuran untuk senantiasa menambah ilmu. Allah berfirman, "...dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: 'Wahai Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (QS. Thaha : 114). Ibnul Qayyim berkata, "Cukuplah perintah Allah kepada Rasul-Nya agar memohon dikaruniai tambahan ilmu, menjadi sebuah kemuliaan bagi ilmu." Di dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengatakan, "Yaitu tambahkanlah ilmu kepadak...

Ulama Gila Buku

Dalam berbagai khazanah pustaka, kita menemukan fakta mengagumkan tentang perilaku para Ulama zaman dulu yang ternyata amat "gila" terhadap buku dan ilmu pengetahuan. Kegilaan dan kegandrungan mereka terhadap buku dan ilmu pengetahuan diungkapkan dalam bentuk prosa maupun puisi. Sejumlah ungkapan dapat kita temukan dalam mukadimah buku al-Hayawan karangan al-Jahizh seperti ditulis Ali bin Muhammad Al Imran (2012). Berikut  contoh ungkapannya. "Seseorang tidak akan mencapai derajat keilmuan yang memuaskan sampai uang yang ia belanjakan untuk membeli buku terasa lebih nikmat daripada yang digunakan oleh mereka yang menggemari budak-budak perempuan, atau memiliki hobi mendirikan bangunan megah. Dan ia tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari uang yang dikeluarkan, sampai ia lebih mengutamakan membeli buku seperti halnya seorang a'rabi yang lebih mengutamakan kudanya untuk minum susu daripada anak-anaknya sendiri. Dan sampai ia menyimpan harapan terhadap ilmu sebaga...

Tanggal Tua Tetap Ceria

Tanggal tua, seperti kebanyakan orang, menjadi saat penuh derita. Duit di dompet tak lagi terlihat, sedangkan kebutuhan hidup terus meningkat.  Di tengah situasi serba susah, tiba-tiba dapat kiriman dari teman beberapa paket humor pengusir stress.  Lumayan, bisa sejenak melupakan  penyakit menahun di tanggal tua. Merubah derita menjadi ceria. Tapi, saat menikmati beberapa kiriman paket humor penglipur lara itu, saya jadi senyum-senyum dan ngakak sendiri. Lho, gimana. Gawat, malah tambah stres ini.... 

Proses Memaafkan Menurut Al-Qur'an

Manajemen diri dalam proses memaafkan menurut Al-Qur’an Ketika ada orang lain yang menyakiti hati kita, secara tidak sadar kita langsung marah. Terjadi perubahan emosi menjadi emosi negatif dalam diri kita terhadap seseorang atau peristiwa tertentu.  Oleh sebab itu, dalam proses memaafkan terlebih dulu seseorang harus dapat mengalahkan amarahnya. Dalam surat Ali-Imran[3] : 133 disebutkan, “Dan bersegeralah kamu pada ampunan Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang yang bertaqwa. Yaitu orang yang berinfak, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, serta memaafkan kesalahan orang lain.” Di dalam ayat tersebut ada tiga fase sikap, yaitu : Menahan amarah Di dalam fase ini, di dalam hati ada keinginan bereaksi kepada orang lain yang berbuat salah, namun ia menahan reaksi tersebut dan di dalam hatinya masih ada perasaan tidak tenang.  Dalam sebuah hadist riwayat Abu Hurai...

Sumpah Pemuda

Hari ini, Minggu, 28 Oktober 2018 diperingati 90 Tahun Sumpah Pemuda.   Sumpah Pemuda  adalah satu tonggak utama dalam sejarah  pergerakan kemerdekaan Indonesia . Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara  Indonesia . Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan  Kongres Pemuda Kedua  yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di  Batavia  (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan". Istilah "Sumpah Pemuda" sendiri tidak muncul dalam putusan kongres tersebut, melainkan diberikan setelahnya. Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum ...