Skip to main content

Posts

Jawaban Terbaik

Ketika sederet keinginan kauperjuangkan Segenap angan jadi obsesi Semua asa jadi mimpi  Segala usaha kaulakukan Namun tak semua jadi kenyataan   Kini muncul keraguan dihatimu Rasa bimbang menyeret diri Sebuah tanya terus menggelora Tentang keagungan dan kuasa-Nya Kemahamurahan dan kasih sayang-Nya Masih adakah harapan dan keadilan Jangan putus asa kawan Semua yang kau alami dan terjadi Apa yang kauterima kini  Yang nampak memalukan  Terasa menyesakkan hati Bukanlah sebuah kutukan Itu adalah jawaban terbaik  Jalan yang diberikan Tuhan    Yang akan membawamu Ke tempat yang kauidamkan  Suparto  

MENJADI ARSITEK BAGI DIRINYA

Sebagian besar masalah dalam kehidupan diciptakan oleh manusia sendiri.   Mau bahagia atau ruwet adalah pilihan yang kita buat. Kata orang bijak, “manusia adalah arsitek bagi dirinya sendiri yang merancang jalan seperti apa yang akan dibuat untuk kehidupannya.” Kita bisa membangun jalan yang mulus atau jalan yang berliku-liku.   Semua tergantung pilihan yang kita ambil dari berbagai alternatif yang diserahkan Tuhan kepada kita. Kalau ada niat dan tekad, insya Allah ada jalan. Tetapi kalau ngga ada niat, pasti banyak alasan. #TetapSemangat #TerusBerkarya

Manusia Butuh Agama untuk Mengetahui Eksistensinya

Umat manusia sangat membutuhkan agama. Ini bukan sebuah kebutuhan yang bersifat sekunder atau sebagai sampingan saja. Namun merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan utama berkenaan dengan hati nuraninya. Kebutuhan yang sangat mendalam, berkaitan dengan perjalanan hidupnya di dunia dan kehidupan setelah meninggal dunia. Menurut Yusuf Qardhawi (2003), salah satu faktor kebutuhan umat manusia terhadap agama dalam mengarungi pergaulan hidup di masyarakat luas, adalah kebutuhan akal untuk mengetahui eksistensi hidup yang sebenarnya. Yusuf Qardhawi menjelaskan, kebutuhan umat manusia terhadap ajaran, peran dan keyakinan agama pada mulanya merupakan kebutuhan untuk mengetahui jati dirinya dan keberadaam alam semesta serta isinya. Kebutuhan ini berawal dari pertanyaan yang sangat banyak menyita waktu dan perhatian berbagai aliran filsafat, yaitu dari mana asal usul umat manusia? Kemana umat manusia akan pergi? Dan untuk apa umat manusia hidup? Pada umumnya umat manusia dalam ...

Resensi : Berani Menertawakan Diri Sendiri

Judul Buku : Berani Menertawakan Diri Sendiri Pengarang     : Sulaiman Budiman Penerbit       : PT. Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit : Cetakan ke-5, 2011 Halaman          : 200 (+xix) Barangkali, secara tidak sadar, kita sering menertawakan orang lain. Padahal kalau mau jujur, sebenarnya diri kita sendiri lebih pantas untuk ditertawakan. Mungkin, kita juga kerap bersikap “sinis” terhadap keadaan orang lain yang kita anggap rendah, padahal kita sendiri tidak lebih baik daripada orang tersebut. Kalau kita masih memiliki sikap seperti itu, cobalah baca buku berjudul “Berani Menertawakan Diri Sendiri” karya Sulaiman Budiman. Buku ini berisi berbagai kisah dan motivasi yang akan membantu kita untuk bercermin, agar mampu melihat diri sendiri sebelum menilai orang lain. Sulaiman Budiman menyebut karyanya ini sebagai buku tentang kisah-kisah jenaka bertaburkan makna. “Buku   Berani Menertawakan Di...

Mengenang Mahatma Gandhi : Melawan Ketidakadilan Tanpa Kekerasan

Hari ini, 2 Oktober tercatat dalam sejarah sebagai tanggal kelahiran Mahatma Gandhi, seorang tokoh dunia dan pemimpin besar bangsa India. Gandhi lahir 2 Oktober 1869 di Porbandar, negara bagian Gujarat di India. Nama lengkap dan sebenarnya adalah Mohandas Karamchand Gandhi. Sedangkan “Mahatma”   artinya “berjiwa besar”, suatu sebutan (bahasa sankskerta ) yang disematkan kepadanya karena dikemudian hari ia menjadi seorang pemimpin yang berjiwa besar dan berbudi luhur. Banyak teladan dan pelajaran yang dapat kita ambil dalam perjalanan hidup Mahatma Gandhi. Selain menjadi pemimpin besar dan luhur bangsa India, dunia juga mencatat Gandhi sebagai ahli politik dan berjuang untuk perbaikan masyarakat dan kemanusiaan. Ia terkenal sebagai pejuang yang menghadapi musuh-musuh serba kuat dari dalam dan luar negeri. Dengan senjata kebajikan, kejujuran dan kerendahan hati ia dapat mencapai kemenangan tanpa melakukan kekerasan . Ia muncul sebagai tokoh “juru bicara hati-nurani um...

Erwik : Dari Penyiar Menjadi Pengajar

Nama "Nimas Woro" hingga sekarang masih melekat di hati dan pikiran puluhan orang di wilayah Sragen dan sekitarnya. Melalui studio Radio Buana Asri AM, sejak 8 tahun lalu suara "Nimas Woro" menyapa pendengar setia radio siaran yang cukup populer di Sragen ini. "Nimas Woro" adalah nama panggilan di udara untuk wanita bernama asli Erwik Handayani. Dia seorang penyiar sekaligus reporter Radio Siaran milik Pemkab Sragen di saluran AM. Kini, suara indah Erwik "Nimas Woro" mendadak hilang dari udara Sragen. Banyak pendengar menanyakan kabar dan keberadaan Erwik. "Apa kabar dan dimanakah Mbak 'Nimas Woro' sekarang?" Begitu pertanyaan yang kerap muncul. Untuk menjawab penasaran banyak orang, berikut sekilas cerita Erwik "Nimas Woro" ketika ngobrol dengan saya beberapa waktu lalu. *** Gimana sih ceritanya, Erwik bisa menjadi penyiar dan reporter Radio Buana Asri AM Sragen? Menjadi penyiar sebenarnya bukan cit...

Generasi Emas, Antara Potensi dan Tantangan

Pemuda sekarang disebut sebagai "Generasi Emas" yang memiliki potensi dan peluang sangat besar menjadi kekuatan penentu masa depan Indonesia. Generasi Emas, yang juga disebut sebagai "Generasi Masa Depan Indonesia",  seperti dikutip https://keluargaindonesisa.id. harus memiliki empat ciri utama. Pertama,  kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif dan inovatif. Kedua,  damai dalam interaksi sosialnya, dan berkarakter yang kuat. Ketiga,  sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya. Keempat,  berperadaban unggul. Namun disisi lain, pemuda yang tengah melewati proses menuju kesempurnaan fisik, psikis dan intelektual itu dihadapkan dengan beragam tantangan dan ancaman. Masa-masa rawan itu apabila tidak mendapatkan perhatian dan pengelolaan yang baik, menjadi penghalang terwujudnya Generasi Emas. Ancaman terberat saat ini adalah maraknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di hampir semua lapisan masyarakat. Kini tak ada lagi tempat yang am...