Skip to main content

Rintangan dan Kisah Kupu-kupu

 

Dalam hidup ini, ketika sebuah rintangan dan kesulitan menghadang di perjalanan, kita sering berpikir pendek. Rintangan dan kesulitan hanya kita lihat sebagai penghalang semata. Kita ngga berpikir  bahwa rintangan itu sebenarnya merupakan sebuah proses yang harus terjadi dan dilalui. Diballik rintangan itu tersimpan pelajaran dan hikmah yang luar biasa. Seperti kisah kupu-kupu yang keluar dari kepompong berikut ini.

Alkisah, ada seseorang yang menemukan kepompong kupu-kupu. Suatu  hari, dia melihat celah kecil pada kepompong. Selama beberapa jam dia memperhatikan kupu-kupu yang berjuang memaksakan tubuhnya melewati celah kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu tampak tidak bergerak. Menurutnya, kupu-kupu itu kelihatannya tidak akan berhasil. Karena merasa kasihan, maka dia memutuskan membantu kupu-kupu itu.

Tanpa berpikir panjang dia membantu melubangi kepompong itu. Dengan lubang tersebut, kupu-kupu itu muncul dengan mudah. Kupu-kupu itu terihat memiliki tubuh besar,  namun sayapnya mengerut dan kecil.

Orang itu berharap, sayap kupu-kupu akan membesar dan mengembang untuk menopang tubuh dan itu membutuhkan waktu. Namun ditungggu beberapa waktu ternyata tidak terjadi.

Sebaliknya, kupu-kupu itu menggunakan sisa hidupnya merayap dengan tubuh yang  besar dan sayap yang mengerut. Kupu-kupu itu pun tidak pernah bisa terbang.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil? Orang yang baik hati dan tergesa-gesa itu, tidak tahu  bahwa kepompong yang terkurung itu adalah cara Allah untuk memaksa cairan tubuh kupu-kupu mengair ke sayap, sehingga kupu-kupu dapat segera membebaskan diri dari kepompong dan terbang.

Menurut penelitian, cairan basah itu dikenal sebagai hemolymph yang dipompa ke dalam tubuh kupu-kupu. Cairan ini secara perlahan akan menyebar ke sayap dan seluruh tubuh kupu-kupu. Selain itu, fungsi cairan ini membantu untuk pembesaran sayap dan tubuh kupu-kupu.

Kadang kala perjuangan dan rintangan adalah sesuatu yang kita butuhkan. Jika Allah membiarkan kita mengarungi hidup tanpa rintangan, akan membuat kita timpang dan lemah. Kita tidak akan menjadi kuat dan tidak akan pernah dapat terbang.

-----
Sumber foto : rahasiabelajar.com

Suparto
#OneDayOnePost

Comments

Post a Comment