Skip to main content

Motivator Itu Ternyata..


motivator (www.google.co.id)
Dalam pergaulan atau hubungan antar manusia, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan, organisasi maupun perkantoran, kita sering mendengar istilah motivasi dan motivator.

Kata motivasi biasanya ditujukan untuk pengertian dorongan semangat atau gairah hidup. Misalnya, ada yang menyatakan, “para karyawan perlu diberikan motivasi sehingga memiliki semangat kerja yang tinggi.“

Ada pula yang mengatakan, “untuk meraih cita-cita, diperlukan adanya motivasi, agar tidak mudah putus asa.” Atau, kita pernah baca judul berita, “Ratusan siswa mengikuti pelatihan motivasi untuk meraih sukses Ujian Nasional.” Dan masih banyak istilah-istilah sejenis yang menggambarkan tentang pengertian dan pentingnya motivasi.

Sedangkan istilah motivator, selama ini yang kita ketahui adalah orang yang memberikan motivasi, atau orang yang pekerjaannya memberikan motivasi kepada orang lain.

Karena itu, kalau mendengar kata motivator, yang terbayang dibenak kita adalah tokoh-tokoh yang sering tampil dalam pelatihan atau seminar tentang motivasi. Misalnya, Mario Teguh, yang terkenal dengan Salam Supernya, atau Ary Ginanjar Agustian, penulis buku yang sangat fenomenal “ESQ: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi & Spiritual”.

Ada lagi Tung Desem  Waringin, yang pernah melakukan promosi buku dengan menyebar uang. Juga Andrie Wongso, yang tidak tamat SD tapi jadi pengusaha dan motivator ulung. Yang lain, Jamil Azzaini, dikenal sebagai Inspirator Sukses Mulia yang salah satu bukunya berjudul, “Tuhan Inilah Proposal Hidupku.” Di Sragen, ada Solikhin Abu Izzudin yang terkenal dengan bukunya “Zero To Hero”. Dan lain-lain.

Pengertian Motivasi, seperti dijelaskan dalam www.pengertianahli.com adalah suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Motivasi berasal dari kata motif yang berarti "dorongan" atau rangsangan. Bisa juga berarti "daya penggerak" yang ada dalam diri seseorang.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indenesia, motivasi diartikan sebagai “dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.”

Sedangkan pengertian Motivator, menurut www.wikipedia.com adalah orang yang memiliki profesi atau pencaharian dari memberikan motivasi kepada orang lain. Pemberian motivasi ini biasanya melalui pelatihan (training), namun bisa juga melalui mentoring, coaching atau counselling.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), di entri motivator disebutkan memiliki dua arti. Pertama, orang (perangsang) yang menyebabkan timbulnya motivasi pada orang lain untuk melaksanakan sesuatu; pendorong; penggerak. Kedua, petugas yang ditunjuk untuk memberikan penerangan dan motivasi kepada calon akseptor keluarga berencana.

Dari beberapa uraian di atas, dan dalam berbagai referensi yang saya baca, pengertian motivator lebih kepada orang yang menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu.

Ternyata, setelah saya membaca buku “Dasar-dasar Motivasi” (Moekijat, 2002), ada pengertian lain tentang motivator yang dikemukakan oleh beberapa ahli.

Pertama, pendapat Paul Hersey dan Kenneth H.Blanchard yang mengatakan bahwa faktor-faktor pemuas yang mengandung perasaan akan prestasi pertumbuhan profesional dan penghargaan agar seseorang dapat melakukan pekerjaan yang memberi tantangan dan kesempatan disebut motivator.

Menurut Paul dan Kenneth, motivator itu mencakup lima hal. Yaitu prestasi kerja, penghargaan akan hasil kerja, pekerjaan yang menantang, tanggung jawab yang bertambah, serta pertumbuhan dan perkembangan.

Kedua, pengertian motivator dikemukakan oleh Harold Koontz, adalah hal-hal yang mengakibatkan seseorang melakukan sesuatu. Maka, suatu motivator adalah sesuatu yang mempengaruhi perilaku seorang individu.

Menurut Harold, motivator meliputi empat hal, yakni pembayaran yang lebih tinggi, nama yang lebih harum, tepuk kawan dari kawan-kawan, dan papan nama pada pintu kantor. 

Itulah sekelumit pengertian motivator, yang ternyata berbeda dengan gambaran yang selama ini kita kenal. Tetapi kalau ada pendapat lain, ya silahkan saja.   

Jang jelas, menurut Moekijat, pengertian  motivator itu tidak selalu mengarah pada seseorang yang memberi motivasi, namun lebih pada hal-hal yang mengakibatkan mengapa sesorang/orang-orang melakukan suatu kegiatan.

Suparto
#OneDayOnePost
#Motivator

Comments

  1. Jadi motivator bisa diartikan alasan seseorang melakukan sesuatu, ya Pak Parto?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alasan seseorang melakukan sesuatu itu lebih ke pengertian motivasi. sedangkan motivator adalah faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi. kayaknya begitu...

      Delete
  2. Hemmm ... kirain motivator itu hanya orang.
    Ternya apapun yang bisa membangkitkan niat kita untuk bertindak adalah MOTIVATOR pula pak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulisan mas Heru tentang Kisah Wayang yg diapresiasi para pembaca itu jg jadi motivator?

      Delete
  3. Saya awalnya juga berpikir kalau motivator itu adalah orang.

    Terimakasih Pak Suparto, atas tulisannya.

    ReplyDelete

Post a Comment