Skip to main content

Surat Untuk Sahabat (Bag.3)



“Teliti Setiap Kabar Yang Datang Kepadamu”

Ilustrasi (www.google.co.id)

Assalamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.

Dear Sahabatku.

Maafkan ya, suratmu baru bisa kubalas sekarang. Bukan karena aku menganggap suratmu tidak penting, tapi karena aku harus membagi waktu untuk banyak urusan yang mesti kuselesaikan.

Oh ya, soal berita bohong atau hoax yang menggila akhir-akhir ini, aku juga prihatin. Setiap hari kita dihujani dengan beragam informasi. Hanya dengan sentuhan ujung jari, kita dapat mengakses ribuan informasi yang berasal dari penjuru dunia. Dari sekian banyak informasi itu ada yang isinya dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat, namun tak sedikit pula yang belum jelas kebenarannya bahkan bohong doang (hoax).

Berita hoax kini hampir tiap detik menyebar melalui berbagai media online, situs, facebook, twitter, WhatsApp (WA) dan lain-lain. Gegara hoax timbul pertikaian antar saudara anak bangsa. Mereka saling menghujat dan caci maki akibat informasi tanpa bukti.

Terkadang berita itu menyangkut kehormatan seseorang. Tidak jarang, sebuah rumah tangga jadi retak, karena  berita bohong. Lebih parah lagi akibat adanya berita yang tidak jelas bisa menimbulkan pertikaian, konflik dan pertumpahan darah, baik antar individu mapun kelompok.

Sungguh memprihatinkan. Masyarakat kita akhir-akhir ini alam pikiran dan tindakannya banyak dikendalikan atau dikontrol moleh rumor yang berwujud gossip, kabar burung, desas-desus, bisik-bisik, kasak-kusuk, kabar bohong, fitnah, isu-isu murahan dan ajakan menyesatkan lainnya.

Mereka begitu mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Ibarat daun kering yang berserakan, mereka begitu mudah terbang oleh angin yang tak begitu kencang. Bahkan gampang terbakar oleh sumber api yang  tak seberapa besar. Korban sia-sia berjatuhan oleh hal-hal yang sepele.

Oleh karena itu, agar selamat dari hal-hal yang membahayakan, kita perlu hati-hati, dan selalu cermat ketika menerima setiap informasi. Allah sudah memberikan petunjuk didalam Al-Qur’an surat Hujurat [49] : 6, “Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya (tabayyun), agar kamu tidak menimpakan (mencelakakan) suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya (karena kebodohan/kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Dalam ayat ini, Allah menyuruh orang beriman selalu teliti dan memastikan kebenaran berita yang sampai kepada mereka. Tidak semua berita yang diterima itu benar, dan juga tidak semua berita yang terucapkan itu sesuai dengan fakta.

Maksudnya, janganlah kita menerima (begitu saja) berita dari orang fasik, sebelum dilakukan pemeriksaan, penelitian dan mendapatkan bukti kebenaran berita itu. Lakukan Check, Recheck, Crosscheck dan Verifikasi atas setiap informasi yang diterima.

Berita yang disampaikan tidak boleh diterima dan juga ditolak begitu saja, kecuali setelah diteliti. Jika benar sesuai dengan bukti, maka diterima dan jika tidak, maka ditolak. Jangan sampai setiap informasi yang diterima langsung disebarluaskan kepada orang lain. Bahaya lho akibatnya.

Mari kendalikan lidah dan jemari kita! Jangan sampai mencelakakan orang lain hanya karena kebodohan kita, gara-gara kecerobohan menebarkan berita bohong! Jangan menuduh orang lain tanpa bukti, dan tidak berburuk sangka kepada semua orang! Semua perlu tabayyun, meneliti kebenarannya.

Semoga Allah melindungi kita dari kehinaan. Dan semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita demi keselamatan di dunia dan akhirat. Aamiin.

Oke. Sampai disini dulu. Maafkan kalau ada kata-kataku yang salah atau menyinggung perasaanmu. Niatku hanya saling mengingatkan diantara kita. Sampaikan salamku untuk keluargamu ya.

Matur nuwun...

Wassalamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.

Dari Sahabatmu,

Suparto
#OneDayOnePost
#TelitiSemuaInformasi

Comments

  1. Saya mengiyakan Isi suratnya ya pak.dan amiin, semoga Alloh melindungi kita dari kehinaan

    ReplyDelete

Post a Comment