Skip to main content

Dibalik Musibah dan Masalah

Sebagian besar orang, dalam kehidupannya ingin menghindari terjadinya musibah, karena apapun bentuknya, musibah selalu menimbulkan rasa sedih bagi yang mengalaminya. Ada yang merespon musibah yang menimpanya dengan sedih berkepanjangan, ada pula yang kecewa dan putus asa. 

Namun bagi orang yang beriman dan bertaqwa, musibah yang dialami justru diterima dengan sikap sabar, ikhlas dan penuh tawakal. Mengapa demikian? 

Ust. Asrifin an Nakhrowie (2015), dalam bukunya berjudul Dimanakah Allah Disaat Kita Rapuh? mengungkap beberapa rahasia di balik musibah. 

Hikmah

Orang yang beriman dan bertaqwa sadar, bahwa kehidupannya, bahkan juga seluruh makhluk di dunia ini diatur oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Manusia hanya diwajibkan berusaha, sedangkan ketentuan akhir di bawah kendali dan kekuasaan Allah. 

Oleh karena itu, bagi orang beriman, ketika dirinya ditimpa musibah atau kejadian yang menyakitkan atau tidak mengenakkan, akan diterima dengan sikap lapang dada dan pikiran positif (husnudzan) kepada Allah. Mereka yakin, bahwa setiap kejadian yang menimpa dirinya pasti mengandung pelajaran berharga. Itulah yang dinamakan hikmah. 

Allah memberikan hikmah kepada setiap hamba-Nya melalui berbagai kejadian yang kadang kita anggap tidak masuk akal. Dan hikmah tersebut baru kita sadari ketika kejadian itu telah berlalu. 

"Oh, ternyata kejadian yang menyedihkan kemarin ada hikmahnya," begitu ungkapan yang kemudian muncul. 

Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah [2]:216, Allah menyatakan, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."

Melalui ayat tersebut Allah mengingatkan, bahwa tidak selamanya sesuatu yang kita benci itu akan berakibat buruk. Bahkan boleh jadi hal itu justru menyimpan sebuah kebaikan bagi kehidupan kita. 

Begitu pula sebaliknya, tidak semua hal yang menggembirakan itu memberikan kebaikan bagi kita, malah boleh jadi hal tersebut menjadi sebuah petaka bagi kehidupan kita. Alah Yang Maha Tahu. 

Jalan Keluar

Apapun masalah hidup yang dirasakan manusia, hukum alam dari Allah akan menyertainya dengan satu kepastian, yakni adanya jalan keluar. Allah selalu menyelipkan kemudahan pada setiap kesulitan. 

Didalam Al-Qur'an surat Asy-Syarh/Insyirah [94] : 5-6, Allah menegaskan, "Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."

Dalam ayat tersebut, Allah sampai dua kali menegaskan adanya jaminan bahwa bersama kesulitan itu selalu ada kemudahan. 

Inilah yang sering tidak disadari oleh manusia. Padahal inilah teori kepastian dari masalah hidup yang dirasakan kepahitannya oleh manusia. 

Jadi, tetap tenanglah jika kita dihadapkan pada masalah apa saja dan seberat apapun. Karena semua masalah yang kita hadapi sebenarnya ada penyelesaiannya. Percayalah : ada solusinya!

Di dunia ini, sebenarnya tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Serumit dan seberat atau sebesar apa pun masalah itu terjadi, pasti ada saja solusinya. 

Allah menciptakan makhluk bernama manusia di bumi dengan beragam masalah yang ada, oleh Allah sudah diberikan solusinya. 

Tinggal manusia yang harus berusaha menemukan solusi itu dengan cara mendayagunakan kekuatan akalnya. Sejak semula Allah sudah menganugerahkan kekuatan akal pikiran hanya kepada manusia, bukan kepada makhluk yang lain. 

Sabar dan Tawakal 

Orang yang tidak memiliki sikap sabar dan tawakal akan mengalami derita hidup yang berkepanjangan saat mengalami musibah atau masalah. Padahal konsep sabar dan tawakal merupakan resep jitu untuk menghadapi musibah dan menyelesaikan masalah. 

Datangnya Kebahagiaan

Salah satu hukum alam atau Sunnatullah yang pasti terjadi adalah, "setelah malam, akan muncul siang. Sesudah siang, akan datang malam". Ini merupakan fenomena yang pasti terjadi di dunia. Itu artinya, setelah keadaan gelap akan muncul terang, dan setelah keadaan terang, akan datang gelap lagi. 

Ketika berada di waktu malam nan gelap, kalau kita tidak senang dengan keadaan tersebut, kita harus sabar sebab tidak lama lagi akan memasuki siang. 

Sebaliknya, saat berada di siang hari, sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, kita akan bertemu dengan malam. Begitu seterusnya malam dan siang datang silih berganti dan tak akan berhenti sampai datangnya Hari Kiamat. 

Pelajaran yang dapat dipetik, sesungguhnya kebahagiaan dan kesedihan itu tak ubahnya seperti siang dan malam. Itu merupakan hukum alam. 

Saat kita sedang dirundung sedih, pada saat yang bersamaan sesungguhnya kita sedang menanti datangnya kebahagiaan. 

Ketika berada dalam kegelapan malam, bersabar dan yakinlah, bahwa tak lama lagi akan datang harapan baru seiring terbitnya mentari yang menyinari kehidupan kita. 

Suparto

Comments

Popular posts from this blog

TANGGAP WACANA ATUR PAMBAGYA HARJA

CONTOH ATUR PANAMPI PASRAH TEMANTEN SARIMBIT ACARA NGUNDUH MANTU

Pidato Kocak Dai Gokil

ATUR PAMBAGYA HARJA WILUJENG

ATUR PASRAH BOYONG TEMANTEN KEKALIH

ATUR PASRAH CALON TEMANTEN KAKUNG BADE IJAB ( Kanthi Prasaja ) )

Tanggap Wacana Basa Jawi dan Contoh Lamaran

Atur Pasrah Temanten Bade Panggih

DOA RESEPSI PERNIKAHAN